Benua Antartika.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penurunan drastis es laut di Antartika sejak 2015 didorong oleh kombinasi perubahan besar di lautan dan atmosfer yang berpotensi mempercepat pemanasan global, menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances. Temuan ini diumumkan oleh University of New South Wales pada Senin.
Penelitian tersebut menemukan ada tiga faktor utama yang saling berkaitan dan mengubah kondisi Samudra Selatan di sekitar Antartika. Perubahan itu memicu penyusutan es laut secara tiba-tiba dan berkepanjangan dalam hampir satu dekade terakhir.
Peneliti utama studi tersebut, Aditya Narayanan, mengatakan gas rumah kaca dan penipisan lapisan ozon memperkuat angin di wilayah Antartika. Angin yang semakin kuat itu kemudian menarik air laut hangat dan asin dari lapisan bawah ke permukaan laut.
Ketika air hangat naik ke permukaan, panas yang sebelumnya terperangkap di kedalaman laut mulai dilepaskan. Kondisi ini mempercepat pencairan es laut dan menciptakan lingkaran umpan balik yang membuat es semakin sulit pulih ke kondisi normal.
“Antartika mungkin sedang berubah dari penyangga pemanasan global menjadi penguat pemanasan global,” kata Narayanan.
Selama ini, es laut Antartika memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan iklim Bumi. Es tersebut membantu menggerakkan sirkulasi laut global, yaitu sistem arus raksasa yang mengalirkan air hangat dan dingin ke seluruh planet. Sistem ini berfungsi seperti “mesin pendingin alami” yang membantu mengatur suhu dunia.
Selain itu, es laut Antartika juga menjadi fondasi ekosistem laut di kutub selatan. Lapisan es mendukung kehidupan berbagai organisme, mulai dari alga mikroskopis hingga krill, paus, dan penguin.

7 hours ago
7











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447649/original/009619000_1765960341-pexels-qjpioneer-5652188.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210295/original/020455400_1746503932-cef51a0b-171c-465c-b961-0b620c5bafe2.jpg)


