Bukan Cuma Skincare, Mental yang Sehat Juga Kunci Kulit Glowing

2 hours ago 6

Kesehatan mental memiliki hubungan erat dengan kesehatan kulit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perawatan kulit selama ini identik dengan penggunaan berbagai produk seperti serum, krim, hingga rangkaian skincare harian. Namun, para ahli mengingatkan kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang digunakan dari luar tubuh, melainkan juga oleh kondisi mental seseorang.

Kepala global bidang kesehatan mental dan kesejahteraan di Roundglass Living, Prakriti Poddar, mengatakan kesehatan mental memiliki hubungan erat dengan kesehatan kulit. Menurut dia, kulit dapat mencerminkan apa yang terjadi di dalam tubuh sekaligus kondisi pikiran seseorang.

la menjelaskan, stres, kecemasan, dan tekanan emosional yang berlangsung lama dapat memicu tubuh melepaskan lebih banyak hormon kortisol. "Ketika kita mengalami stres, kecemasan, atau tekanan emosional dalam waktu lama, tubuh akan melepaskan lebih banyak kortisol," jar Prakriti Poddar dilansir dari Hindustan Times, Senin (27/7/2026).

la menjelaskan, kadar kortisol yang terus meningkat dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh. Kondisi tersebut disebut dapat berkontribusi terhadap munculnya tanda-tanda penuaan dini yang sebenarnya telah dimulai di dalam kulit sebelum terlihat di permukaan.

Stres kronis juga dapat mengganggu produksi kolagen, menghambat proses perbaikan kulit, serta melemahkan lapisan pelindung kulit atau skin barrier. Karena itu, menjaga kesehatan mental dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan kulit dan mendukung proses penuaan yang lebih sehat.

Bagaimana cara mengelola stres?  Menurut Prakriti Poddar, hal penting dalam menghadapi stres adalah membedakan antara "bereaksi" dan "merespons". Reaksì biasanya muncul secara tomatis ketika sistem alarm tubuh aktif. Kondisi ini dapat membuat kadar kortisol tetap tinggi dan menyebabkan tubuh, termasuk kulit, berada dalam kondisi terus-menerus memperbaiki dampak stres.

Sementara itu, respons adalah tindakan yang dilakukan secara sadar dan terarah. Salah satu contohnya adalah berhenti sejenak dan menarik napas sebelum terbawa oleh reaksi emosional. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu seseorang menghadapi situasi penuh tekanan tanpa langsung terseret oleh emosi.

Read Entire Article
Food |