REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– Kendaraan listrik (electric vehicle/EV) buatan China mendominasi pasar Israel. Hingga akhir 2025, kendaraan asal China tercatat menyumbang sekitar 74,9 persen dari seluruh EV yang beroperasi di jalan raya negara tersebut.
Data ini terungkap dalam laporan tahunan “Kendaraan Bermotor di Israel 2025” yang dirilis oleh Biro Statistik Pusat Israel pada Rabu. Dalam laporan itu, China unggul jauh dibandingkan negara lain, diikuti Jerman dengan pangsa 9,5 persen dan Korea Selatan sebesar 7,5 persen.
Dominasi tersebut juga tercermin dalam tren keseluruhan kendaraan. Pangsa kendaraan buatan China dari semua jenis, baik berbahan bakar, hibrida, maupun listrik, melonjak signifikan dari 4,1 persen pada 2024 menjadi 6,2 persen pada 2025. Bahkan, pada 2021, kontribusi kendaraan China di Israel masih berada di level 0,8 persen.
Kenaikan pesat ini menunjukkan meningkatnya daya tarik kendaraan asal China di pasar Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, merek-merek otomotif China bahkan memimpin penjualan kendaraan baru di negara tersebut, sebagaimana dicatat oleh Asosiasi Importir Kendaraan Israel.
Secara keseluruhan, jumlah kendaraan bermotor di Israel mencapai hampir 4,35 juta unit pada akhir 2025, meningkat sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, jumlah kendaraan listrik tumbuh lebih cepat, dengan total lebih dari 216.000 unit atau naik 32,9 persen secara tahunan.
Tren ini memperlihatkan pergeseran signifikan dalam industri otomotif Israel, di mana kendaraan listrik, khususnya dari China, semakin mengambil peran dominan dalam transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Mengapa EV China Laris di Israel?
Di balik dominasi kendaraan listrik (EV) China di Israel, terdapat kombinasi faktor yang membuat produk-produk tersebut semakin diminati pasar. Keberhasilan ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari strategi industri yang terencana dan responsif terhadap kebutuhan konsumen global.
Salah satu faktor utama adalah harga yang lebih kompetitif. Produsen China mampu menawarkan kendaraan listrik dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan pesaing dari Eropa maupun Korea Selatan. Skala produksi yang besar serta efisiensi rantai pasok memungkinkan biaya ditekan tanpa mengorbankan fitur utama, sehingga menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Selain harga, keunggulan teknologi baterai juga menjadi daya tarik penting. China dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan dan produksi baterai lithium-ion, yang menjadi komponen inti kendaraan listrik. Kemajuan ini berdampak pada peningkatan jarak tempuh, efisiensi energi, serta keandalan kendaraan, faktor-faktor yang sangat dipertimbangkan oleh konsumen.
sumber : Xinhua

2 hours ago
3

















































