Cuaca Panas Percepat Penurunan Kualitas Oli, Ini yang Perlu Diperhatikan Pengguna Kendaraan

7 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menunda penggantian oli kerap menjadi pilihan sebagian pemilik kendaraan untuk menghemat pengeluaran. Namun, kebiasaan tersebut justru berpotensi menimbulkan kerusakan mesin yang berujung pada biaya perbaikan lebih besar, terutama saat cuaca panas.

Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih kering dan panjang pada 2026 membuat suhu udara di sejumlah wilayah diprediksi melampaui 35 derajat Celsius. Kondisi itu tidak hanya memengaruhi kenyamanan berkendara, melainkan juga meningkatkan temperatur kerja mesin kendaraan.

Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants Mulianto mengatakan, suhu lingkungan yang tinggi membuat oli bekerja lebih berat. Akibatnya, oli lebih cepat mengalami oksidasi sehingga kemampuannya melumasi dan melindungi komponen mesin ikut menurun.

"Jika oli tetap digunakan melewati masa pakainya, risiko keausan komponen mesin akan meningkat," kata Mulianto dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

Menurut dia, masih banyak pemilik kendaraan yang hanya menjadikan jarak tempuh sebagai acuan waktu penggantian oli. Padahal, kualitas oli juga dipengaruhi pola penggunaan kendaraan.

Kendaraan yang lebih sering digunakan dalam kondisi lalu lintas padat atau stop-and-go, misalnya, membuat mesin bekerja pada suhu lebih tinggi dibanding kendaraan yang melaju stabil. Kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan kualitas oli meski jarak tempuh belum terlalu jauh.

Karena itu, pemilik kendaraan disarankan tidak hanya berpatokan pada angka kilometer, melainkan juga mempertimbangkan lama pemakaian oli, intensitas penggunaan kendaraan, serta kondisi jalan yang sering dilalui.

Selain mengganti oli sesuai jadwal, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi mesin tanpa menambah biaya perawatan secara berlebihan.

Pertama, hindari kebiasaan memacu kendaraan pada putaran mesin atau RPM tinggi dalam waktu lama. Cara berkendara seperti itu membuat suhu mesin meningkat sehingga mempercepat proses oksidasi oli dan menurunkan kemampuan pelumasannya.

Kedua, pilih oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan. Untuk penggunaan di daerah bersuhu tinggi atau kendaraan dengan intensitas pemakaian tinggi, oli sintetis umumnya memiliki ketahanan lebih baik terhadap panas dan oksidasi dibanding oli mineral.

Beberapa contoh oli sintetis adalah Pertamina Enduro Matic Full Synthetic (10W-30) untuk motor matik harian, atau Enduro Matic V (10W-40) untuk big matic seperti NMAX, Aerox, dan PCX 160.

Terakhir, pemilik kendaraan dapat memanfaatkan program potongan harga atau promo dari bengkel maupun toko resmi ketika jadwal penggantian oli tiba. Cara tersebut dinilai lebih efektif untuk menghemat biaya dibanding menunda penggantian oli hingga melewati masa pakainya.

Perawatan rutin, termasuk mengganti oli tepat waktu, tetap menjadi salah satu langkah paling sederhana untuk menjaga performa mesin, mempertahankan efisiensi bahan bakar, serta menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.

Read Entire Article
Food |