REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan masih ada sekitar 18 juta rumah tangga yang tinggal di hunian belum memenuhi standar kelayakan. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan penyediaan rumah layak di Indonesia masih sangat besar.
Rosan menyampaikan data tersebut saat membuka Danantara Housing Expo 2026. Berdasarkan data BPS pada Maret 2024, selain 18 juta rumah tangga yang masih menempati hunian tidak layak, terdapat sekitar 9,29 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah.
“Dan kalau kita lihat dari acara pada pagi hari ini, bervariasi dari harga tadi kita lihat bersama di harga Rp 120 juta sampai dengan yang tertinggi di level dua atau tiga miliar, jadi kita cover semua segmen yang ada,” kata Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Menurut Rosan, besarnya kebutuhan tersebut membuat penyediaan rumah menjadi hal yang sangat prioritas. Danantara bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berupaya mendorong pemenuhan kebutuhan hunian agar dapat tercapai dengan baik dan cepat serta memenuhi standar kehidupan yang layak.
Danantara Housing Expo 2026 menjadi salah satu bentuk dukungan Danantara Indonesia dan ekosistem BUMN terhadap program tiga juta rumah yang menjadi program prioritas Presiden. Melalui pameran tersebut, Danantara berupaya menghadirkan pasokan hunian dengan harga terjangkau, pembiayaan kompetitif, serta akses yang lebih mudah bagi masyarakat, terutama segmen menengah ke bawah.
Dalam pameran itu, tersedia lebih dari 120 ribu pilihan properti dari lebih dari 130 developer BUMN dan swasta. Properti tersebut dibagi dalam tiga zona hunian, yakni first home, family home, dan premium living.
Khusus pengembang BUMN, sebanyak 12 developer membawa sekitar 18.559 unit dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi. Nilai inventori mencapai Rp 9,79 triliun, terdiri atas 6.611 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 9.948 unit non-MBR.
Dari sisi pembiayaan, bank-bank Himbara memberikan sejumlah kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli rumah. Uang muka dapat dimulai dari 1 persen, dengan suku bunga mulai 2,75 persen per tahun fixed pada periode awal dan tenor pembiayaan hingga 30 tahun, bahkan 40 tahun.

10 hours ago
10







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)





