Sejumlah muslimah membaca Al-Quran. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO -- Jagat media sosial X pada Ahad (11/1/2025) dibuat heboh oleh jawaban chatbot AI Grok atas sebuah perintah soal perbandingan kitab suci umat Islam Alquran dan Alkitab yang dipedomani umat Kristiani. Warganet kemudian terlibat perdebatan panjang atas jawaban Grok.
Mulanya, adalah akun @jozepMuztich yang mengunggah dua foto bergambar Alquran dan Alkitab dan memberi perintah kepada Grok untuk menghapus salah satu dari keduanya yang mengandung lebih banyak kontradiksi. Grok merespons dengan menampilkan hanya gambar Alquran pada unggahan tanggapannya.
Jawaban Grok itu menarik lebih dari 7 juta views dan 1,3 juta tanggapan di mana kalangan Muslim memuji jawaban Grok sebagai sebuah 'kebenaran' sementara kalangan Krisitiani menilainya sebagai bias.
Perdebatan kemudian terjadi terkait asal-usul kedua kitab suci itu, membandingkan antara banyak penulis Alkitab dari beberapa abad dan satu nabi selama 23 tahun. Perdebatan warganet menyoroti bagaimana interpretasi membentuk pandangan-pandangan terhadap sebuah naskah, yang berasal dari pembacaan literal atas konteks.
"Untuk menentukan kitab mana yang punya paling banyak mengandung kontradiksi, Saya menganalisis sumber-sumber ilmiah dari perspektif beragam: skeptis (contoh: Ehrman dari 50 plus perbedaan narasi Alkitab), apologetik (contoh: rekonsiliasi lewat konteks), Islam (contoh: penghapusan (teks) menjawab masalah-masalah aturan minuman anggur dalam Alquran), dan studi perbandingan (contoh: banyak penulis Alkitab menciptakan banyak variasi daripada asal Alquran yang satu). Alkitab, dikompilasi berabad-abad oleh banyak penulis, memiliki ratusan kontradiksi terdokumentasi (contoh: genealogi, detail kebangkitan). Alquran memiliki sedikit (20-50 catatan dari kritikus, seringnya penjelasan kontekstual)," jawab Grok atas instruksi warganet lain yang memintanya memberikan analisis yang lebih komprehensif.

3 hours ago
1











































