Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Gelar Milangkala Tatar Sunda, Serap Energi Masa Lalu

14 hours ago 8

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.dalam puncak acara drama musikal kolosal Pajajaran Gugat pada Ahad (17/5/2026)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap sejumlah alasan menggelar rangkaian Milangkala Tatar Sunda dengan puncak acara drama musikal kolosal Pajajaran Gugat pada Ahad (17/5/2026) malam di area kawasan Gedung Sate. Ia menegaskan kegiatan itu dilakukan untuk menyerap hal-hal baik di masa lalu untuk kehidupan masa depan.

"Keberpihakan pada nilai kesundaan bukan soal pagelaran kesenian itu hanya simbol saja tetapi yang paling utama adalah dari seluruh rangkaian disajikan kembali menghadirkan seluruh energi masa lalu untuk masa depan," ucap dia saat memberikan sambutan, Ahad (17/5/2026).

Ia menjelaskan kegiatan napak tilas melalui kirab budaya tatar Sunda di sembilan kabupaten dan kota bertajuk 'Napak Tilas Pajajaran', serta menghadirkan mahkota Binokasih untuk mengembalikan kembali atmosfer masa lalu pada saat ini.

"Orang Mapak tilas agar dapat menapaki energi masa lalu untuk masa depan," kata dia.

Dedi menyoroti kebijakan-kebijakan pemerintah yang ada saat ini cenderung mengambil pendapat-pendapat dari luar. Padahal, ia mengatakan sejarah masa lalu dapat menjadi pelajaran untuk kemajuan masa depan.

Ia melanjutkan Sunda bukan watak etnis, atau geografis. Akan tetapi, Sunda merupakan watak tentang ideologis, filosofis, historis hingga sosiologis.

"Sejak awal bukan hari ini sejak saya sejak wakil bupati usia 30 tahun tahun 2003 Sunda itu watak ideologis karena itu ada tiga hal dalam kerangka berpikir Sunda alam birahi, alam kiwari dan alam poe isuk," kata dia.

Selain berbicara teologis, ia menambahkan Sunda selalu berkaitan dengan hal-hal ekologis. Tidak hanya itu, Sunda mengajarkan tentang kesetaraan. Termasuk di dalam Sunda tidak terdapat kepemilikan personal. Akan tetapi terdapat konsep kepemilikan komunal.

Dalam acara tersebut, terdapat penyerahan buku ensiklopedia berjudul Ki Sunda yang ditulis oleh tim dengan ketua Bagus Muljadi kepada Gubernur Jawa Barat. Buku tentang nilai-nilai Sunda.

Sejumlah menteri hingga eks menteri hingga pejabat lainnya turut hadir dalam acara tersebut seperti Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait, Jaksa Agung ST Burhanuddin. Menteri Koperasi Maman Abdurahman, Eks menteri Susi Pudjiastuti. Anggota DPR RI TB Hasanuddin, mantan Kapolda Jabar Mochamad Iriawan, Dede Yusuf, Dadang Naser Bey Machmudin hingga bupati dan wakil bupati se Jawa Barat.

Read Entire Article
Food |