Drone Baru Iran Habisi Pangkalan AS di Irak

3 hours ago 4

Warga Iran berkendara di samping rudal Iran, Zolfaghar, yang dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menyatakan bahwa hampir seluruh infrastruktur militer AS di Erbil, Irak, telah hancur akibat serangan terbaru yang dilancarkan oleh IRGC. Drone kiwari Iran disebut jadi andalan serangan balasan tersebut.

Hal ini disampaikannya kepada televisi pemerintah Iran sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency. Akraminia mengklaim bahwa Teheran kini sedang mengerahkan drone serang jenis baru yang lebih canggih dan memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan drone Arash-2. 

Ia menambahkan bahwa Iran telah menimbulkan kerusakan parah pada pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan tersebut, seraya mengklaim bahwa banyak di antaranya telah kehilangan sebagian besar kemampuan operasional mereka. Juru bicara tersebut juga menegaskan bahwa Iran siap melanjutkan operasi militer "hingga pihak Amerika menyadari bahwa mereka tidak dapat memaksakan kehendak mereka terhadap bangsa Iran melalui agresi.”

Seorang juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan bahwa serangan Iran menghancurkan pesawat-pesawat AS yang berada di darat di berbagai pangkalan di kawasan tersebut. 

"Selain itu, 17 pesawat nirawak (drone) pengintai dan operasional, satu jet tempur F-15 di dalam hanggar, satu pesawat P-8, satu pesawat angkut C-17, serta 8 pesawat pengisi bahan bakar juga hancur," ujar juru bicara tersebut dalam pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Fars.

Setelah 13 hari membombardir Iran, AS akhirnya berhenti menyerang semalam. Dalam dua pekan serangan AS yang melanggar gencatan senjata itu, sedikitnya 55 warga Iran meninggal. 

Sementara Pentagon telah menurunkan jumlah personel militer Amerika yang secara resmi tercatat tewas dalam perang dengan Iran, mengubah angka korban dari 18 menjadi 14 di tengah meningkatnya pertanyaan mengenai cara pemerintahan Trump melaporkan korban jiwa di kalangan militer. 

Menurut laporan yang diterbitkan di New York Times pada hari Rabu, situs web Departemen Pertahanan yang memuat data korban mencatat 18 personel militer AS tewas selama perang tersebut. Pada Kamis pagi, angka tersebut telah dikurangi menjadi 14, dengan jumlah personel yang diklasifikasikan tewas akibat tindakan musuh turun dari 11 menjadi tujuh orang.

Read Entire Article
Food |