EKSKLUSIF: Dubes Turki Ungkap Pembebasan Aktivis Global Sumud Flotilla 

3 hours ago 6

Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia, Talip Kucukcan saat di wawancarai Republika di kantor Kedutaan Besar Republik Turki, Kuningan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Turki untuk Indonesia Prof Talip Küçükcan mengungkapkan upaya yang dilakukan negaranya terkait pembebasan para peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang sempat diculik oleh Israel. Ia juga menekankan pentingnya aksi itu menyuarakan penderitaan warga Palestina.

Dalam wawancara khusus dengan Republika di Kedutaan Besar Turki, Jakarta, Senin (24/6/2026), Küçükcan mengatakan misi flotilla tersebut bertujuan menyuarakan penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, yang terus menjadi sasaran serangan Israel selama hampir dua tahun terakhir.

"Tujuan utama para peserta Global Sumud Flotilla adalah mengangkat persoalan tersebut ke perhatian dunia sekaligus berupaya memecah kebuntuan yang terjadi," kata Küçükcan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta misi tersebut, termasuk sembilan warga negara Indonesia yang ikut dalam pelayaran kemanusiaan meskipun harus menghadapi berbagai risiko.

Menurut Küçükcan, aksi flotilla merupakan bagian dari upaya masyarakat sipil internasional untuk terus menyuarakan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

"Bagi kami, ini merupakan peristiwa bersejarah. Agresi Israel dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukannya harus terus disuarakan, termasuk oleh organisasi masyarakat sipil," ujarnya.

Küçükcan menjelaskan, Kementerian Luar Negeri Turki, pejabat pemerintah, serta badan intelijen Turki melakukan berbagai komunikasi dan negosiasi melalui sejumlah jalur guna mengupayakan pembebasan para peserta yang ditahan.

Meski saat ini Turki tidak memiliki hubungan diplomatik maupun hubungan dagang dengan Israel, Ankara tetap berupaya menjalankan diplomasi demi melindungi para peserta flotilla sekaligus memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina.

"Kami ingin membantu Palestina, mengirimkan makanan dan obat-obatan, serta berkontribusi dalam rekonstruksi Gaza. Karena itu diplomasi harus dijalankan secara cermat dan efektif," kata dia.

Read Entire Article
Food |