Film One Battle After Another Berjaya di Golden Globes 2026

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film One Battle After Another meraih kejayaan di malam penganugerahan Golden Globes 2026 yang digelar di Beverly Hilton, Los Angeles, AS, pada Ahad (11/1/2026) waktu setempat. Dalam ajang yang dipandu oleh komedian Nikki Glaser tersebut, film ini tidak hanya sekadar menang, tetapi meraih trofi terbanyak dibandingkan film lainnya.

Puncaknya, One Battle After Another dinobatkan sebagai Film Terbaik dalam kategori Musikal atau Komedi, menyisihkan kompetitor berat seperti Blue Moon, Bugonia, hingga Marty Supreme. Bahkan aktris kawakan Julia Roberts yang membacakan nominasi tersebut sempat berseloroh, “Ini benar-benar kategori yang sangat tangguh,” ujarnya dikutip dari laman E Online pada Senin (12/1/2026).

Dominasi film besutan sutradara Paul Thomas Anderson ini sudah terlihat sejak awal acara. Secara total, film ini membawa pulang empat penghargaan utama, termasuk Sutradara Terbaik dan Skenario Terbaik untuk Paul Thomas Anderson, serta Aktris Pendukung Terbaik untuk Teyana Taylor. Kemenangan Teyana menjadi salah satu momen paling emosional malam itu. Dia tertangkap kamera terisak haru sambil memberikan pesan menyentuh bagi seluruh "gadis kecil berkulit cokelat" di luar sana bahwa mimpi mereka valid dan bisa tercapai.

Saat menerima penghargaan Film Terbaik, produser Sara Murphy naik ke atas panggung bersama jajaran pemeran bintang. Dalam pidatonya, Murphy menyebut kemenangan ini sebagai limpahan kekayaan yang luar biasa. Namun, suasana berubah menjadi haru ketika ia mendedikasikan kemenangan tersebut untuk mendiang asisten sutradara Adam Somner, yang meninggal dunia akibat kanker tiroid pada November 2024.

"Saya setuju dengan Paul bahwa ini adalah salah satu pengalaman pembuatan film yang paling luar biasa. Pengalaman sekali seumur hidup, sebagian besar berkat sosok yang berbagi penghargaan ini dengan kami, mendiang Adam Somner, yang kami rindukan setiap hari," kata Murphy.

Paul Thomas Anderson juga memberikan penghormatan khusus kepada Somner dalam pidato kemenangannya sebagai Sutradara Terbaik. Ia menyebut Somner bukan hanya sekadar rekan kerja, melainkan asisten sutradara terbaik yang pernah ada.

"Sangat merendahkan perannya jika hanya menyebut apa yang dia lakukan untuk saya dan film ini. Dia adalah alasan mengapa saya berdiri di sini. Dialah yang membuat proses pembuatan film ini begitu menyenangkan," ujar Paul.

Menariknya, kolaborasi ini merupakan kali pertama bagi Leonardo DiCaprio bekerja di bawah arahan Paul Thomas Anderson setelah penantian panjang selama dua dekade. Dalam sebuah wawancara sebelumnya, aktor pemenang Oscar itu mengungkapkan alasannya bergabung dalam proyek ini sangatlah sederhana.

"Saya sudah ingin bekerja denganmu, Paul, selama sekitar dua puluh tahun sekarang. Saya jatuh cinta dengan ide tentang seorang revolusioner yang sudah habis masa jayanya, mencoba menghapus masa lalu, menghilang, dan menjalani kehidupan normal sambil membesarkan putrinya," kata DiCaprio.

Read Entire Article
Food |