REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform aset digital FLOQ mengantongi pendanaan strategis sebesar 11,3 juta dolar AS atau sekitar Rp184 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat ekosistem aset digital di Indonesia melalui pengembangan produk, perluasan kolaborasi strategis, dan inovasi layanan.
Founder dan CEO FLOQ Yudhono Rawis mengatakan, perusahaan kini memasuki fase pertumbuhan baru setelah berhasil membangun fondasi bisnis pada tahun pertama operasionalnya.
“Tahun pertama adalah fase pembuktian. Pembuktian bahwa kami mampu membangun platform yang dipercaya jutaan pengguna. Pembuktian bahwa pertumbuhan dapat dicapai tanpa mengorbankan tata kelola, kepatuhan, dan kepercayaan. Tetapi yang lebih penting, tahun pertama memberikan fondasi bagi apa yang ingin kami bangun ke depan,” ujar Yudhono dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak diluncurkan, FLOQ mengeklaim telah memiliki lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar. Perusahaan menilai industri aset digital Indonesia kini memasuki fase yang lebih matang, ditandai dengan meningkatnya partisipasi institusi, penguatan regulasi, serta berkembangnya inovasi berbasis teknologi blockchain.
Menurut Yudhono, fokus industri aset digital kini mulai bergeser. Jika sebelumnya lebih banyak berkutat pada upaya memperkenalkan aset digital kepada masyarakat, saat ini perhatian mulai mengarah pada penguatan tata kelola, perlindungan konsumen, penggunaan stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata, hingga integrasi dengan sistem keuangan.
“Pertanyaannya bukan lagi apakah aset digital akan menjadi bagian dari masa depan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita membangun institusi, infrastruktur, dan ekosistem yang mampu mendukung masa depan tersebut secara bertanggung jawab,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan, FLOQ menjalin sejumlah kolaborasi dengan mitra global. Di antaranya menghadirkan Ripple USD (RLUSD), stablecoin yang dikembangkan Ripple, serta bekerja sama dengan Ondo Finance dalam pengembangan tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets). Menurut perusahaan, kolaborasi tersebut mencerminkan pergeseran industri aset digital dari sekadar instrumen spekulasi menuju pemanfaatan yang lebih luas dalam aktivitas keuangan.
Selain itu, FLOQ juga memperkuat kemitraan dengan sejumlah perusahaan teknologi seperti E-Cloud Valley, Verihubs, dan Adjust untuk mendukung pengembangan infrastruktur, identitas digital, keamanan, analitik, serta skalabilitas platform.
Yudhono menegaskan perusahaan tidak hanya berfokus memperbesar skala bisnis, tetapi juga ingin berkontribusi membangun ekosistem aset digital yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia.
“Kami tidak hanya ingin membangun perusahaan yang lebih besar. Kami ingin membantu membangun ekosistem yang lebih kuat. The Genesis bukanlah perayaan atas apa yang telah kami capai. Ini adalah awal dari apa yang sedang kami bangun,” ujar Yudhono.

3 hours ago
4


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509281/original/071189200_1771674324-pexels-cottonbro-5712686.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524652/original/016596800_1772963486-Foto_1.jpg)

