Gebrakan Pentagon, Drone Logistik AS Kini Disulap Jadi Pembawa Roket Tempur

15 hours ago 12

Ilustrasi drone tempur Amerika.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Angkatan Darat Amerika Serikat menguji kemampuan baru drone logistik dengan memasang sistem peluncur roket, sebuah langkah yang berpotensi mengubah peran pesawat nirawak pengangkut menjadi platform tempur di medan perang.

Dalam uji coba yang berlangsung di Fort Rucker, Alabama, mitra industri pertahanan berhasil memasang sistem senjata tiga tembakan pada Tactical Resupply Vehicle (TRV) 150 atau drone TRV 150. Sistem tersebut digunakan untuk menembakkan roket kaliber 70 milimeter, menurut keterangan resmi Angkatan Darat AS yang dirilis pekan ini.

Pengembangan itu ditujukan untuk memberikan kemampuan tempur tambahan kepada satuan-satuan di tingkat komando yang lebih rendah tanpa harus bergantung pada platform yang lebih besar dan mahal.

"Biasanya industri menunggu pemerintah mengeluarkan persyaratan, lalu memenuhi persyaratan tersebut. Dalam kasus ini, kami melihat ada kemampuan baru yang bisa dibuktikan dan tidak ingin menunggu," kata Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Survice Engineering, Clark Dutterer, sebagaimana diberitakan Defense News pada Kamis (28/5/2026).

Perusahaan membiayai sendiri proyek tersebut untuk mempercepat pengembangan teknologi dan menunjukkan potensi operasionalnya kepada militer.

TRV 150 selama ini dikenal sebagai drone logistik yang mampu membawa muatan hingga sekitar 150 pon atau hampir 68 kilogram. Sistem ini telah digunakan oleh Angkatan Darat AS maupun Korps Marinir untuk mengirimkan perbekalan ke wilayah operasi yang sulit dijangkau.

Kepala Insinyur Survice Engineering, Rob Baltrusch, menggambarkan TRV 150 sebagai "truk pengangkut di langit" karena kemampuannya mengirimkan muatan secara otonom dengan intervensi operator yang minim.

Menurutnya, prajurit cukup memasukkan koordinat tujuan dan sistem akan menghitung rute penerbangan, mengirimkan muatan, serta kembali secara otomatis.

Sistem persenjataan yang digunakan dalam uji coba tersebut adalah Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS), platform peluncur roket berpemandu yang selama ini digunakan pada helikopter serang Apache. Jika integrasinya pada drone berhasil dikembangkan lebih lanjut, kemampuan serangan presisi dapat diperluas ke berbagai satuan yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap platform udara bersenjata.

Angkatan Darat AS menyebut proyek ini telah dikembangkan sejak Januari 2025. Sebelum pengujian terbaru dengan peluncur tiga tembakan, sistem tersebut juga telah berhasil menjalani uji tembak menggunakan peluncur tunggal pada Mei lalu.

Read Entire Article
Food |