ICEX Resmi Diluncurkan, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto dengan Modal Rp 1 Triliun

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia Crypto Exchange (ICEX) resmi diluncurkan sebagai bagian dari penguatan ekosistem aset digital nasional. Kehadiran ICEX diharapkan menjadi fondasi baru bagi pengembangan pasar kripto Indonesia yang lebih terintegrasi dan berstandar institusional.

CEO ICEX Group Kai Pang mengatakan, ICEX dirancang sebagai infrastruktur kripto tiga lapis yang menggabungkan bursa, lembaga kliring, dan kustodian dalam satu ekosistem. Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai membangun infrastruktur kripto dengan pendekatan yang lebih matang dan berorientasi global.

“Hari ini Indonesia Crypto Exchange diluncurkan sebagai infrastruktur kripto tiga lapis dengan standar institusional, berakar kuat di Indonesia namun memiliki misi global,” ujar Kai Pang dalam peluncuran ICEX Group, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan bahwa ICEX bukan sekadar pencapaian domestik, melainkan juga sinyal bahwa Indonesia mampu membangun ekosistem kripto sendiri yang kompetitif di tingkat internasional.

ICEX Group telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk tiga entitas utama dalam ekosistemnya. Ketiga entitas tersebut adalah ICEX sebagai bursa kripto, Crypto Asset Clearing International (CACI) sebagai lembaga kliring, dan International Crypto Custodian (ICC) sebagai kustodian aset kripto.

Kai Pang juga mengungkapkan bahwa ICEX Group baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan salah satu bursa kripto terbesar di dunia di Korea Selatan untuk mengeksplorasi kerja sama pengembangan pasar kripto institusional.

“Kerja sama ini menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong Indonesia berkembang sebagai crypto hub bagi investor institusi,” katanya.

Dalam ekosistem tersebut, ICEX juga melibatkan 11 pedagang aset kripto (PAKD) yang menjadi anggota bursa sekaligus pemegang saham.

Sementara itu, CFO ICEX Group Rizky Indraprasto menjelaskan bahwa ICEX memiliki modal dasar sebesar Rp1 triliun yang berasal dari para pemegang saham, termasuk anggota bursa.

Menurutnya, perusahaan menargetkan dapat menjadi bursa dan lembaga kliring kripto terbesar di Indonesia berdasarkan pangsa pasar.

“Kami ingin menjadi agen inovasi dalam pengembangan produk kripto di Indonesia, sekaligus tetap menjaga tata kelola perusahaan yang baik dan integritas industri,” ujar Rizky.

Dari sisi teknologi, CTO ICEX Group Andrew Marchen menegaskan bahwa infrastruktur yang dibangun ICEX dirancang dengan standar institusional, dengan fokus pada skalabilitas, stabilitas, dan keamanan sistem.

Selain itu, perusahaan juga menerapkan pendekatan security-first culture, termasuk pengelolaan private key yang aman, pengujian keamanan berkala, serta penguatan kesiapan tim menghadapi potensi serangan siber.

ICEX Group sendiri telah resmi beroperasi sebagai Self-Regulatory Organization (SRO) berlisensi OJK sejak 5 Januari 2026 dan diharapkan dapat memperkuat ekosistem aset digital domestik.

Read Entire Article
Food |