Inter Milan Perkokoh Posisi di Takhta Serie A Usai Bekuk Cremonese 2-0

4 weeks ago 26

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Inter Milan kian mantap di puncak klasemen Serie A Liga Italia setelah meraih kemenangan 2-0 atas tuan rumah Cremonese di Stadion Giovanni Zini, Cremona, Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Tambahan tiga poin itu membuat Nerazzurri unggul delapan poin di puncak klasemen, meski laga tersebut sempat diwarnai insiden lemparan suar dari tribun penonton.

Inter kini mengoleksi 55 poin dari 23 pertandingan, menjauh delapan angka dari rival sekota AC Milan yang masih menyimpan satu laga tunda. Sementara itu, Cremonese tertahan di peringkat ke-16 dengan 23 poin dari jumlah pertandingan yang sama.

Gol-gol Inter lahir pada babak pertama melalui sundulan Lautaro Martinez dan tendangan jarak jauh Piotr Zielinski. Sejak menit awal, tim tamu tampil dominan dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan, membuat Cremonese kesulitan mengembangkan permainan.

Meski tidak menambah gol selepas jeda, Inter tetap bermain tenang dan efektif. Nerazzurri nyaris tak pernah berada dalam tekanan berarti, sekaligus menunjukkan kedewasaan permainan yang menjadi ciri khas mereka musim ini.

“Masih banyak pertandingan yang harus dimainkan,” kata Martinez kepada DAZN. “Kami melakukan kesalahan, terutama pada babak pertama, tetapi ada juga banyak hal yang bisa dinikmati karena kejuaraan ini sangat seimbang.”

Laga sempat terhenti pada awal babak kedua ketika sebuah suar dilemparkan dari tribun penonton dan mendarat di dekat kiper Cremonese, Emil Audero. Audero sempat terjatuh ke lapangan, namun tidak mengalami cedera serius. Pertandingan kemudian dilanjutkan setelah penundaan singkat.

“Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi, ada risiko bagi seseorang,” ujar Martinez. “Kami sedang menampilkan pertunjukan yang dapat dilihat di seluruh dunia. Saya meminta maaf kepada Audero dan semua penggemar Cremona.”

Kemenangan ini memperpanjang tren impresif Inter yang telah memenangi 10 dari 11 pertandingan Serie A terakhir mereka sejak kalah dari AC Milan pada November. Satu-satunya hasil selain kemenangan dalam periode tersebut adalah hasil imbang 2-2 saat menjamu Napoli.

Sebaliknya, Cremonese masih terpuruk. Mereka belum mencatatkan kemenangan dalam delapan laga terakhir, termasuk lima kekalahan, dan kini hanya berjarak enam poin dari zona degradasi.

Secara keseluruhan, Inter sejatinya berpeluang menang dengan margin lebih besar. Dominasi penguasaan bola dan jumlah peluang yang tercipta menunjukkan jarak kualitas kedua tim. Namun, efisiensi yang ditunjukkan Nerazzurri sudah lebih dari cukup untuk memastikan tiga poin.

Inter membuka keunggulan pada menit ke-16 melalui sundulan Martinez yang menyambut sepak pojok Federico Dimarco. Gol tersebut menjadi ganjaran yang pantas atas start agresif tim tamu.

Cremonese sempat memperoleh peluang emas untuk menyamakan kedudukan ketika Jamie Vardy lolos ke depan gawang. Namun, sentuhan yang kurang sempurna membuat kiper Inter, Yann Sommer, mampu mengamankan bola lebih dulu.

Alih-alih kebobolan, Inter justru menggandakan keunggulan pada menit ke-31. Piotr Zielinski, yang dikenal dengan gol-gol spektakulernya, melepaskan tendangan keras dari jarak sekitar 30 meter.

Bola melengkung melewati Audero, yang mungkin merasa seharusnya bisa berbuat lebih banyak. Namun, kekuatan dan pergerakan bola di udara membuat kiper tuan rumah tak berdaya.

sumber : Reuters

Read Entire Article
Food |