REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan langkah proaktif dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan sosial bagi kelompok rentan di dalam negeri dan penguatan sinergi perdagangan internasional. Upaya ini bertujuan untuk memastikan stabilitas ekonomi masyarakat bawah sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal ke mancanegara.
Di ranah domestik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial di Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu (28/2). Dalam tinjauannya ke pasar murah di Kecamatan Kalibaru dan Glenmore, Gubernur menyerahkan bantuan beras SPHP, paket telur ayam, hingga zakat produktif bagi pelaku usaha kecil. Fokus utama bantuan ini adalah kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak guna memastikan asupan gizi protein dan karbohidrat yang cukup selama bulan Ramadhan.
"Lansia dan anak-anak harus mendapat perhatian khusus melalui bantalan sosial agar mereka memiliki ketahanan asupan di tengah dinamika harga pangan," ujar Khofifah. Selain bantuan personal, Pemprov Jatim juga menyalurkan dana penguatan untuk BUMDes dan Desa Berdaya guna menggerakkan ekonomi akar rumput.
Sejalan dengan penguatan ekonomi lokal tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur tengah memperluas cakrawala bisnis dengan mempererat kerja sama strategis bersama Timor Leste. Hubungan dagang kedua wilayah menunjukkan tren positif dengan surplus neraca perdagangan mencapai 238,29 juta dolar AS hingga Oktober 2025.
Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Tommy Kayhatu, menyebut Jatim sebagai mitra strategis utama bagi Timor Leste karena kedekatan geografis dan kesesuaian produk ekspor seperti bahan bangunan, makanan, dan obat-obatan.
Potensi kerja sama ini kini merambah ke sektor yang lebih spesifik, mulai dari pendampingan UMKM hingga investasi berkelanjutan. Asisten Atase Industri dan Perdagangan Timor Leste, Ricardo de Araujo, mengungkapkan bahwa negaranya sangat membutuhkan dukungan Jatim dalam mengembangkan industri kerajinan tenun, makanan ringan, serta layanan purna jual alat berat.
Selain itu, peluang investasi besar terbuka di sektor pengelolaan sampah dan daur ulang, mengingat Timor Leste saat ini belum memiliki sistem pemilahan sampah yang terpadu.
Integrasi antara pemberian bantuan sosial di Banyuwangi dan penguatan ekspor ke Timor Leste menunjukkan strategi komprehensif Jawa Timur. Di satu sisi, pemerintah memastikan masyarakat rentan tetap berdaya, sementara di sisi lain, pelaku usaha dan industri didorong untuk mengisi kebutuhan pembangunan di negara tetangga.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya menciptakan stabilitas ekonomi regional, tetapi juga memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai pusat logistik dan industri yang saling menguntungkan di kawasan Asia Tenggara.
sumber : Antara

6 hours ago
5

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)












