Jelang Puncak Haji, Sekolah di Makkah Terapkan Pembelajaran Daring

10 hours ago 9

Lalu lintas jalan raya di Kota Makkah saat puncak haji (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Direktorat Jenderal Pendidikan wilayah Makkah mengumumkan bahwa sejumlah sekolah terpilih di kota suci akan dialihkan dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh melalui platform digital. Langkah ini bertepatan dengan dimulainya persiapan intensif menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji.

Kebijakan tersebut bertujuan memastikan kelangsungan proses pendidikan dengan mengaktifkan platform Madrasati dan platform digital lainnya. Sehingga, kegiatan belajar siswa tidak terganggu.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya terpadu pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan kerumunan dan kelancaran lalu lintas di kota suci. Keputusan tersebut terutama bertujuan mengurangi kemacetan dan kepadatan kendaraan di jalan-jalan utama guna mempermudah pergerakan jamaah haji dan para petugas layanan.

Selain itu, langkah ini juga mendukung rencana pengaturan dengan membantu aparat keamanan dan lalu lintas dalam menerapkan manajemen lalu lintas di kawasan pusat dan jalur-jalur utama.

Keputusan ini akan mulai diterapkan pekan depan, khususnya pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Sekolah-sekolah yang ditetapkan dipilih berdasarkan lokasi geografis dan kebutuhan operasional.

Sekolah tersebut meliputi sekolah di kawasan pusat Haram. Yakni, sekolah-sekolah di sekitar Masjidil Haram di Makkah; sekolah pada jalur utama, yaitu lembaga pendidikan yang berada di jalan arteri utama seperti Jalan Lingkar Kedua dan Jalan Lingkar Ketiga; serta sekolah yang dijadikan kantor pusat instansi pemerintah yang terlibat dalam operasional dan pelayanan haji.

Dinas Pendidikan Makkah menegaskan bahwa koordinasi tingkat tinggi telah dilakukan dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kelancaran operasional selama musim haji. Pihak dinas juga mengarahkan pimpinan sekolah dan tenaga pendidik terkait untuk memantau secara ketat platform digital agar para siswa dapat mengikuti pembelajaran yang dijadwalkan secara optimal selama periode tersebut.

Disebutkan pula bahwa keputusan ini mencerminkan fleksibilitas sistem pendidikan di Arab Saudi serta kemampuannya beradaptasi dengan kebutuhan nasional berskala besar. Sehingga, kenyamanan para jemaah tetap terjaga dan kegiatan pendidikan dapat berjalan lancar secara bersamaan.

Sumber:

Saudi Gazette

Read Entire Article
Food |