Bogor prioritaskan bantuan desa untuk infrastruktur dan sampah.
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR, – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengutamakan pemberian bantuan keuangan kepada 416 desa untuk pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sampah. Langkah ini diambil guna mempercepat pembangunan dari tingkat desa, sebagaimana disampaikan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto usai rapat dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Cibinong, Rabu.
Pembangunan Kabupaten Bogor, menurut Rudy, harus dimulai dari desa karena dampaknya lebih luas dan langsung dirasakan oleh masyarakat. Ia mencontohkan bahwa meskipun Dinas PUPR membangun jalan sepanjang 20 kilometer, jika setiap desa membangun satu kilometer, total pembangunan akan sangat signifikan.
Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini sedang menyempurnakan petunjuk pelaksanaan dan teknis Peraturan Bupati terkait bantuan keuangan infrastruktur desa agar lebih spesifik dan tepat sasaran. Hal ini penting karena tahun anggaran sudah memasuki bulan Mei, sehingga implementasi program perlu dipercepat.
Selain pembangunan jalan desa, bantuan keuangan juga dialokasikan untuk pembangunan drainase, kegiatan sosial ekonomi masyarakat, serta pengelolaan sampah di tingkat desa. Pengelolaan sampah menjadi perhatian utama karena Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk sekitar 6,19 juta jiwa menghasilkan 3.000 ton sampah per hari, sementara Dinas Lingkungan Hidup baru mampu mengangkut 1.500 ton per hari dengan biaya operasional lebih dari Rp100 miliar per tahun.
Untuk itu, Pemkab Bogor mendorong desa agar dapat mengelola sampah secara mandiri sehingga lebih efektif, efisien, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. "Kami ingin desa menjadi lebih bersih, lebih sehat, dan pengelolaan sampah bisa menjadi potensi pendapatan ekonomi di tingkat desa masing-masing," ujar Rudy.
Selain itu, Pemkab Bogor juga menekankan program wajib minimal satu sarjana di setiap desa serta penguatan data desa digital yang akan dikolaborasikan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika. Data desa digital penting untuk mempercepat pelayanan publik dan mendukung pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat di setiap wilayah.
Ia berharap seluruh program tersebut dapat segera diimplementasikan di 416 desa dan 19 kelurahan agar pembangunan Kabupaten Bogor berjalan lebih merata dan berkelanjutan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

6 hours ago
6

















































