REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi pop Amerika Serikat, Katy Perry, mengecam penggunaan lagunya yang berjudul Firework dalam video yang diunggah akun resmi TikTok Gedung Putih. Video tersebut menampilkan cuplikan serangan militer dengan iringan lagu hit yang dirilis Perry pada 2010 itu.
Video yang diunggah pada Kamis (23/7/2026) memperlihatkan rekaman ledakan bom dengan potongan lirik Firework, termasuk bagian "boom, boom, boom". Unggahan tersebut juga disertai keterangan bertuliskan, "Iran has been warned" (Iran telah diperingatkan).
Melalui akun X miliknya pada Sabtu (25/7/2026), Perry mengaku terkejut dan marah karena lagu tersebut digunakan tanpa persetujuannya. "Saya sangat terkejut dan marah melihat Firework digunakan oleh akun TikTok @WhiteHouse sebagai musik latar video serangan militer. Saya tidak pernah menyetujuinya, tidak pernah dimintai izin, dan saya sama sekali tidak mendukung penggunaan tersebut," tulis Perry, dilansir dari Hollywood Reporter, Selasa (28/7/2026).
Pelantun Roar itu menjelaskan bahwa sejak awal ia menulis Firework sebagai lagu yang membawa harapan bagi orang-orang yang sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidup. "Saya menulis lagu ini sebagai anthem tentang harapan, penyembuhan, dan kekuatan dari dalam diri bagi mereka yang sedang melewati masa tergelap dalam hidupnya," ujarnya.
Menurut Perry, penggunaan lagu tersebut untuk mengiringi tayangan kekerasan dan peperangan bertentangan dengan pesan yang ingin ia sampaikan melalui karya tersebut. "Melihat pesan tentang harga diri dan semangat hidup dijadikan latar untuk kehancuran dan kekerasan adalah pelanggaran terhadap semua nilai yang diwakili lagu ini," katanya.
Perry menegaskan musik yang ia ciptakan bertujuan menyatukan orang, bukan merayakan peperangan. "Musik saya dibuat untuk menyatukan orang, bukan untuk merayakan perang," ujar dia.
Katy Perry bukan artis pertama yang memprotes penggunaan lagunya dalam konten politik oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Sejumlah musisi lain seperti Ariana Grande, Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Celine Dion, Kenny Loggins, hingga Kesha juga pernah menyampaikan keberatan serupa.
Pada Maret lalu, Kesha mengecam penggunaan lagunya Blow dalam video TikTok Gedung Putih yang menampilkan pesawat tempur dengan keterangan "Lethality". Saat itu Kesha menyatakan dirinya tidak pernah memberikan izin penggunaan lagunya untuk mempromosikan kekerasan atau ancaman perang.

3 hours ago
2
























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510193/original/003574000_1771822191-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)


