KBRI Seoul Dorong 50 Ribu Diaspora Muslim Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

5 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul mendorong diaspora Indonesia di Korea Selatan menjadi penggerak pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dari sekitar 80 ribu diaspora Indonesia di Korea Selatan, sekitar 40 ribu hingga 50 ribu di antaranya merupakan Muslim.

Duta Besar RI untuk Korea Selatan Cecep Herawan mengatakan jumlah tersebut merupakan potensi besar bagi penguatan ekosistem ekonomi syariah, khususnya melalui perluasan literasi dan akses terhadap layanan keuangan syariah.

"Jumlah diaspora ini merupakan potensi yang ada di Korea. Mereka tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan syariah, tetapi juga dapat menjadi agen pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," ujar Cecep dalam pertemuan di KBRI Seoul, Jumat (28/8/2026).

Pertemuan tersebut melibatkan Bank Syariah Indonesia (BSI), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Imam Foundation, serta Korps Mubaligh Indonesia.

Pertemuan membahas perkembangan industri perbankan syariah Indonesia, perkembangan BSI, serta peluang dan tantangan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah bagi diaspora Indonesia di Korea Selatan.

Cecep mengatakan KBRI Seoul siap mendukung KNEKS dan BSI dalam memperluas literasi keuangan syariah sekaligus mendorong tersedianya layanan keuangan syariah yang lebih mudah diakses diaspora.

Menurut dia, diaspora Indonesia tidak hanya memiliki potensi sebagai konsumen layanan keuangan syariah. Mereka juga dapat menjadi jembatan antara industri keuangan syariah Indonesia dan komunitas Muslim di Korea Selatan.

KBRI juga melihat peluang pengembangan ekonomi syariah melalui sektor halal yang terus berkembang di Korea Selatan.

Besarnya arus wisatawan asing dinilai membuka pasar bagi berbagai layanan halal, mulai dari makanan, pariwisata ramah Muslim, hingga produk dan jasa yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim.

Data Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea menunjukkan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Korea Selatan pada 2025 diperkirakan melampaui 18,7 juta orang.

Cecep menilai pasar tersebut dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem halal di Korea Selatan.

"Korea dapat dikembangkan sebagai salah satu hub pengembangan ekosistem halal," katanya.

Sementara itu, BSI melihat diaspora Indonesia di Korea Selatan sebagai pasar potensial bagi pengembangan layanan keuangan syariah lintas negara.

Business Strategy Head Islamic Ecosystem Group BSI Yosita Nur Wirdayanti mengatakan BSI ingin membangun hubungan jangka panjang dengan diaspora melalui berbagai layanan keuangan.

"Kami ingin menjadi financial partner bagi diaspora Indonesia di Korea melalui remitansi, tabungan, investasi emas, tabungan haji, serta ZISWAF," ujar Yosita.

Read Entire Article
Food |