Kemenag Tegaskan Peran Strategis Pesantren dalam Pendidikan Nasional

2 hours ago 4

Santri menulis makna ayat yang dibacakan seorang ustaz saat mengikuti kajian kitab kuning As Siyam di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026). Tradisi mengaji kitab kuning pada bulan Ramadhan di pesantren tersebut diisi dengan pembahasan kitab As Siyam yang mengulas fikih puasa, keutamaan Ramadhan, serta adab dan hikmah ibadah, sebagai upaya memperdalam pemahaman keagamaan santri sekaligus menjaga kesinambungan tradisi literatur klasik Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama menegaskan pesantren tidak boleh diabaikan dalam kebijakan pendidikan nasional. Lembaga ini dinilai berperan penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas generasi muda.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan, pesantren merupakan warisan asli pendidikan Indonesia yang lahir dari sejarah panjang bangsa.

“Pesantren adalah produk genuine pendidikan Indonesia. Jika pesantren tidak mendapat perhatian pemerintah, maka itu sama saja dengan melawan sejarah,” ujar Suyitno, Selasa (17/3/2026).

Suyitno menjelaskan, sistem pendidikan pesantren memiliki keunikan karena menggabungkan pembelajaran akademik dengan pembinaan karakter. Pola berbasis asrama memungkinkan proses pendidikan berlangsung secara menyeluruh, termasuk pembentukan akhlak dan spiritualitas santri.

“Di pesantren, pembinaan tidak hanya pada aspek ilmu, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan spiritualitas santri,” katanya.

Kementerian Agama juga terus memperkuat hubungan dengan komunitas pesantren melalui berbagai kegiatan. Salah satunya melalui agenda Takjil Pesantren yang menjadi ruang dialog antara pemerintah dan santri.

Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperkuat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi dari kalangan pesantren.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menyapa santri di berbagai daerah sekaligus memperkuat silaturahmi antara pemerintah dan pesantren,” jelas Basnang.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimiyah KH Ahmad Damanhuri menjelaskan, pesantren yang dipimpinnya berawal dari kondisi sederhana. Kegiatan belajar mengajar pada awalnya dilakukan di emperan masjid sebelum berkembang menjadi lembaga pendidikan terintegrasi.

“Pesantren ini lahir dari kondisi yang sangat sederhana. Namun dengan semangat memberi manfaat bagi umat, Al-Karimiyah terus berkembang menjadi pusat pendidikan dan penyebaran Islam rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Read Entire Article
Food |