Kemenkes Gelontorkan Rp1,5 Miliar Bantu Natuna Musnahkan 20 Ton Obat Kedaluwarsa

18 hours ago 13

Kemenkes gelontorkan Rp1,5 miliar untuk musnahkan obat di Natuna.

REPUBLIKA.CO.ID, NATUNA, – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelontorkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk membantu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna memusnahkan sekitar 20 ton obat kedaluwarsa. Obat-obatan tersebut telah tersimpan selama bertahun-tahun di gudang farmasi daerah dan pemusnahannya dilakukan pada Agustus 2026 di Kota Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, mengatakan dukungan anggaran dari Kemenkes sangat krusial. Pasalnya, selama ini pihaknya terkendala keterbatasan biaya untuk melakukan pemusnahan sesuai prosedur.

"Yang sudah kami musnahkan sekitar 20 ton. Pemusnahan ini dapat dilakukan karena kami mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Kesehatan," ujar Hikmat saat dikonfirmasi dari Batam, Rabu.

Stok Lama Sejak 2001

Hikmat menjelaskan, sebagian besar obat yang dimusnahkan merupakan stok lama hasil pengadaan sekitar tahun 2001. Dengan rata-rata masa kedaluwarsa sekitar lima tahun, obat-obatan tersebut diperkirakan sudah tidak layak pakai sejak 2006.

Meski demikian, pemusnahan secara menyeluruh belum dapat dilakukan. Total obat kedaluwarsa yang tercatat di gudang Dinkes Natuna mencapai kurang lebih 40 ton. Artinya, masih ada sekitar 20 ton obat kedaluwarsa yang tersisa.

"Terakhir pernah dianggarkan, tetapi karena efisiensi, kegiatan pemusnahan itu tidak jadi terlaksana. Karena itu, obat-obatan lama tersebut masih tersimpan," ungkapnya.

Prosedur Pemusnahan Limbah Medis

Pemusnahan obat kedaluwarsa tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dinkes Natuna harus mengikuti prosedur pengelolaan limbah yang ketat. Mereka bekerja sama dengan pengelola limbah yang memiliki fasilitas insinerator.

Obat-obatan tersebut dikemas dan diangkut menggunakan sarana transportasi yang sesuai untuk kemudian dibawa ke fasilitas pemusnahan di Kota Batam. Hikmat memastikan bahwa obat kedaluwarsa tidak bercampur dengan obat yang masih layak digunakan. Semua obat kadaluarsa disimpan di ruangan berbeda dan dipisahkan dari stok yang masih dapat digunakan.

"Kita upayakan 2027 nanti obat yang tersisa juga dimusnahkan. Obat-obat yang tersisa itu antara lain cairan infus dan sirup botol kaca serta beberapa lainnya," pungkas Hikmat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |