Kepala BGN: 1.700 SPPG di Daerah Stunting Tinggi Siap Beroperasi

12 hours ago 11

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat tiba untuk mengikuti pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah dengan angka stunting tinggi dan tinggi sekali sudah siap beroperasi. Hal tersebut untuk menindaklanjuti arahan presiden agar mengutamakan daerah dengan stunting tinggi serta penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) untuk pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Dari data overlay (pemadanan) tadi ada sebanyak 1.700 dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali, nah nanti ini kita bertahap bereskan. Jadi sempat ramai ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13 ribu dapur, (itu) bukan, jadi, sudah ada di data kita sekitar 13 ribu lebih dapur yang statusnya ada semua, ada yang titik baru, ada juga yang sudah selesai (berdiri sebagai SPPG)," kata Sudaryono, di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, BGN memadankan data dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta kementerian/lembaga lain yang terkait dengan Program MBG. Langkah itu untuk menentukan daerah mana yang menjadi prioritas SPPG dengan stunting tinggi dan tinggi sekali, mengingat Kemenkes memiliki data berdasarkan nama dan alamat (by name by address) per keluarga.

"Itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan data dapur yang sudah siap, ini insya Allah di minggu depan ini kita pelan-pelan kita rilis yang sudah siap," ujar dia.

Pria yang akrab dipanggil Mas Dar itu melanjutkan, pekan depan BGN akan menentukan daerah-daerah mana yang menjadi prioritas pembangunan SPPG untuk menekan angka stunting di Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak bangsa.

"Daerah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Sumatra Utara, daerah-daerah yang jauh di Kepulauan Maluku Utara, Maluku, itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan," tuturnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |