Presiden AS Donald Trump (tengah) mengangkat palu saat pertemuan Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian AS di Washington, AS, 19 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim menilai serangan militer Israel-Amerika Serikat terhadap Iran adalah ancaman nyata bagi upaya memperkuat perdamaian sejati dan ketertiban dunia. Serangan itu menurutnya juga membuat Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) yang diketuai Presiden AS Donald Trump kehilangan legitimasi.
“Serangan ini menjadi bukti konkrit bahwa Trump sejatinya perusak dan penghancur perdamaian. Karena itu, BoP semakin kehilangan legitimasi moral, politik dan bahkan hukum karena telah nyata tak berguna untuk menciptakan perdamaian sejati dan apalagi keadilan,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima Republika, Ahad.
Menurutnya, Trump benar-benar seorang aktor yang telah membajak kata-kata "peace" alias “perdamaian” justru untuk ambisi hegemonik dan imperialistiknya. “Dengan adanya serangan terhadap Iran maka Trump dengan BoP-nya tak bisa dipercaya menjadi badan yang memperjuangkan kedamaian dan kemerdekaan Palestina,” kata dia melanjutkan.
Sudarnoto menekankan, bukan saja Iran yang telah dikorbankan oleh ambisi hegemonik-imperialistik Israel-Amerika. Tetapi juga kawasan teluk dan bahkan wilayah dunia lain juga terkena dampak negatif dan destruktif. “Ini memang merupakan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar di mana Israel dan Amerika adalah pihak yang harus bertanggung jawab.”
Serangan AS-Israel ke Iran yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026) dini hari menurutnya jelas merupakan upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, bahkan menghalangi dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina. Hal itu juga cara untuk melakukan tekanan politik agar dominasi regional Israel atas Palestina benar-benar bisa terjamin.
“Agresi Amerika-Israel ini akan mendorong perang regional terutama di Timur Tengah. Ini memang yang dimaksudkan oleh Israel-Amerika sehingga Timur Tengah benar-benar lumpuh dan yang pada akhirnya Palestina dan Timur Tengah pada umumnya di bawah kendali Israel-Amerika.”
Sehubungan dengan hal itu, menurutnya Indonesia hendaknya tidak terlibat dan harus dengan tegas menolak segala aksi agresi militer, menegakkan hukum internasional, dan memperjuangkan penyelesaian damai berbasis keadilan.

2 hours ago
1

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)












