Maksiat Menggelapkan Hati, Melemahkan Badan, dan Menghalangi Ketaatan  

11 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hati manusia memiliki cahaya yang membuatnya mampu melihat kebenaran dan membedakan jalan kebaikan. Namun, cahaya itu dapat tertutup oleh maksiat. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da' wa ad-Dawa menjelaskan bahwa semakin kuat kegelapan maksiat dalam hati, semakin bingung seseorang hingga dapat terjerumus dalam bidah, kesesatan, dan perkara yang membinasakan tanpa disadarinya.

Dalam Ad-Da' wa ad-Dawa, dijelaskan bahwa kegelapan dalam hati akan dirasakan oleh seseorang seperti gelapnya malam. Bila ia diberi petunjuk, kegelapan maksiat masuk menutupi hatinya, seperti kegelapan perasaan menutupi penglihatannya. Ketaatan ibarat cahaya.

Setiap kali kegelapan menguat, makin bingunglah ia hingga jatuh ke dalam bidah, kesesatan, dan hal-hal yang membinasakan, di mana ia sendiri tidak merasakannya. Ia bagaikan orang buta yang keluar di kegelapan malam sendirian. Kegelapan itu akan bertambah, sehingga membuat apapun yang berada di sekelilingnya tak tampak oleh mata.

Abdullah bin Abbas berkata, "Kebaikan memiliki cahaya di wajah, sinar di hati, kelapangan pada rezeki, kekuatan pada badan dan kecintaan dari hati banyak orang terhadap dirinya. Adapun perbuatan buruk menimbulkan warna hitam pada wajah, kegelapan dalam hati, kelemahan pada badan, kekurangan rezeki, dan rasa benci kepadanya di hati banyak orang."

Maksiat Melemahkan Hati dan Badan

Kelemahan pada hati akibat maksiat adalah fakta nyata. Maksiat akan terus menerus melemahkannya hingga akhir hidupnya. Kekuatan orang mukmin itu terletak pada hati. Setiap kali hatinya menguat, badannya menjadi kuat. Sedangkan orang jahat akan rusak. Walaupun berbadan kuat, sesungguhnya ia paling lemah. Saat memerlukan kekuatan, ia dikhianati dan dikelabui oleh kekuatannya sendiri yang sangat ia perlukan.

Bayangkan, kekuatan fisik orang-orang Persia dan Romawi dapat mengelabui mereka. Kekuatan fisik itulah yang paling mereka andalkan. Namun mereka dihancurkan oleh orang-orang yang beriman dengan kekuatan hati.

Maksiat Menghalangi Ketaatan

Hukuman bagi pendosa adalah terhalangnya ia dari menaati Allah dan terputusnya jalan kebaikan lainnya. Setiap ketaatan lebih baik daripada dunia dan seisinya. Ibaratnya, seorang laki-laki mengonsumsi suatu makanan yang mendatangkan penyakit yang lama sembuhnya, yang akhirnya mencegahnya dari berbagai macam makanan yang enak dan baik. Allah Maha Suci dan Maha Penolong. Hanya Dia yang dapat dimintai pertolongan.

Read Entire Article
Food |