Megah dan Ikonik, Inilah 7 Masjid Bernuansa Timur Tengah di Indonesia

12 hours ago 6

Warga menunggu waktu untuk berbuka puasa bersama di Masjid Sheikh Zayed, Solo, Jawa Tengah, Kamis (19/2/2026). Badan Pengelola Masjid Raya Syeikh Zayed menyiapkan tujuh ribu paket makan dan takjil berbuka puasa setiap harinya selama bulan Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam Indonesia memiliki ribuan masjid dengan beragam corak arsitektur. Salah satu gaya yang banyak diminati adalah arsitektur Timur Tengah yang identik dengan kubah besar, menara tinggi, warna putih atau emas, serta lengkungan khas Islam klasik.

Di bulan Ramadhan ini, masjid-masjid itu pun dihidupkan dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti tadarus Alquran dan pengajian. Desainnya yang menarik juga membuat jamaah betah berlama-lama di dalamnya.

Kehadiran masjid-masjid bergaya Timur Tengah ini menunjukkan kuatnya hubungan budaya Islam lintas wilayah. Meski meniru bentuk arsitektur Timur Tengah, banyak masjid di Indonesia tetap memadukannya dengan unsur lokal seperti motif batik, ornamen kayu, atau tata ruang khas Nusantara.

Perpaduan ini menjadikan masjid-masjid tersebut tidak hanya megah secara visual, tetapi juga mencerminkan identitas Islam Indonesia yang kaya dan beragam.

Berikut tujuh masjid di Indonesia yang dikenal menampilkan nuansa Timur Tengah yang kuat.

Tujuh Masjid Berarsitektur Timur Tengah di Indonesia

1. Masjid Sheikh Zayed Solo

Masjid Sheikh Zayed Solo merupakan salah satu masjid berarsitektur Timur Tengah paling autentik di Indonesia. Masjid ini merupakan replika Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi yang dibangun sebagai simbol persahabatan Indonesia dan Uni Emirat Arab.

Terletak di Jalan Ahmad Yani, Gilingan, masjid yang menempati lahan sekitar tiga hektare itu mulai dibangun sejak 2020. Bangunan masjid ini memiliki empat menara dan puluhan kubah dengan warna dominan putih dan emas. Gaya arsitekturnya dipengaruhi corak Moorish dan Mughal yang identik dengan dunia Islam klasik.

Masjid Raya Sheikh Zayed ini memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 4.000 orang dan menjadi salah satu destinasi wisata religi paling populer di Jawa Tengah.

Read Entire Article
Food |