Menjembatani Kesenjangan Kandidat dan HR lewat Platform AI for Hiring Mimo

2 hours ago 1

Peluncuran buku AI for Hiring: Solving the Inefficiency in Finding Human Potential in Modern Recruitment yang diselenggarakan perusahaan teknologi Mimo di Sleman Creative Space, Sabtu (10/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Proses rekrutmen tenaga kerja di era digital masih dihadapkan pada berbagai inefisiensi, mulai dari penyaringan CV manual hingga kesulitan menilai potensi kandidat secara objektif. Kondisi ini membuat banyak talenta yang relevan justru terlewat dalam proses seleksi.

Persoalan tersebut dibahas dalam peluncuran buku AI for Hiring: Solving the Inefficiency in Finding Human Potential in Modern Recruitment yang diselenggarakan perusahaan teknologi Mimo di Sleman Creative Space, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam proses talent acquisition modern.

Dalam sesi keynote speech, Rafli Sodiq Bagaskara menyebut tantangan dunia kerja saat ini terletak pada kesenjangan antara kandidat dan perusahaan. Banyak pencari kerja kesulitan diterima, sementara tim HR juga mengalami hambatan dalam menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Kesenjangan inilah yang kemudian menjadi ide bagi Mimo untuk mengembangkan platform AI for Hiring,” ujar Sodiq.

Sebagai perusahaan software as a service (SaaS), Mimo mengembangkan platform rekrutmen berbasis AI yang mencakup screening CV multibahasa, fitur AI interview berupa wawancara video asinkron dengan transkrip otomatis, serta sistem asesmen untuk menilai potensi kandidat secara lebih objektif.

Pada akhir kegiatan, Mimo mendemonstrasikan aplikasi rekrutmen berbasis AI tersebut yang dirancang untuk menyederhanakan proses seleksi awal, sehingga tim HR dapat lebih fokus pada interaksi langsung dan pengambilan keputusan strategis.

Melalui buku AI for Hiring dan pengembangan platform digitalnya, Mimo mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana untuk membangun proses rekrutmen yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada potensi manusia.

Read Entire Article
Food |