Menteri Lingkungan Ajak Semua Pihak 'Tobat Ekologis' Lewat Rehabilitasi Mangrove

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SUMBAWA, – Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat meluncurkan inisiatif “tobat ekologis” nasional melalui program rehabilitasi mangrove sebagai upaya strategis memulihkan ekosistem yang terdegradasi dan memperkuat ketahanan pesisir di seluruh Indonesia. Strategi ini digulirkan untuk periode 2026–2028 dengan menempatkan daya dukung lingkungan sebagai kerangka dasar seluruh kebijakan pembangunan nasional ke depan.

“Semua pihak perlu bertobat—bukan hanya pemerintah dan korporasi, tetapi juga masyarakat,” tegas Menteri Jumhur usai kegiatan penanaman mangrove di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/7).

Kementerian Lingkungan Hidup menekankan bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi tidak boleh lagi mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Sebaliknya, pembangunan ekonomi harus diseimbangkan dengan perlindungan lingkungan yang ketat demi menjamin kemakmuran jangka panjang yang inklusif.

Kondisi Kritis Hutan Mangrove Indonesia

Urgensi inisiatif ini tercermin dari kondisi hutan mangrove di Tanah Air. Berdasarkan data kementerian, sekitar 30 persen—atau sekitar 700.000 hektare—dari total 3,4 juta hektare hutan mangrove Indonesia telah terdegradasi akibat konversi lahan dan tekanan industri. Pemerintah pun mempercepat berbagai inisiatif rehabilitasi untuk memulihkan ekosistem hutan pesisir yang rusak di seluruh Nusantara.

Menurut Jumhur, pemulihan hutan mangrove tidak hanya merchandilitasi ekosistem lokal, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim global. “Kapasitas penyerapan emisi karbon mangrove bisa sekitar empat hingga lima kali lipat dari pohon biasa. Langkah rehabilitasi sangat penting untuk menjamin keberlanjutan mangrove,” jelasnya.

Investasi Jangka Panjang untuk Masyarakat Pesisir

Restorasi ekosistem pesisir disebut sebagai investasi jangka panjang yang krusial bagi keselamatan ruang hidup masyarakat pesisir. Hutan mangrove berfungsi sebagai infrastruktur hijau alami dan sabuk pelindung yang andal terhadap ancaman abrasi, gelombang tinggi, dan intrusi air laut.

Lebih dari itu, ekosistem mangrove yang sehat berperan sebagai tempat pemijahan kritis bagi biota laut, sehingga secara langsung menopang mata pencaharian sehari-hari nelayan tradisional dan masyarakat lokal.

Untuk memastikan keberhasilan strategi ini, kementerian mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam memperluas kegiatan rehabilitasi mangrove di seluruh pelosok Nusantara.

Sebagai tolok ukur awal keselarasan korporasi, Jumhur menyoroti komitmen besar dari raksasa pertambangan Freeport Indonesia. Perusahaan tersebut telah berjanji untuk merchandilitasi sekitar 12.000 hektare mangrove secara nasional, dengan target 10.000 hektare di Papua dan tambahan 2.000 hektare di pesisir wilayah lainnya. “Pemerintah menyambut baik setiap kegiatan yang bertujuan memulihkan lingkungan,” ujar Jumhur.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |