REPUBLIKA.CO.ID, Oleh KH Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجمعين. أَمَّا بَعْدُ. أَيُّهَا الْإِخْوَانُ رَحِمَكُمُ اللَّهُ. أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. كَمَا قَالَ تَعَالَى فِي قُرْآنِهِ الْكَرِيمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِنَانُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى . وَقَالَ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَّنَتَ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Sidang jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah,
Mari kita bersyukur kehadirat Allah SWT karena kita dirahmati dengan kesehatan dan kesadaran imani untuk melaksanakan shalat Jum’at pada siang ini. Seperti yang khatib sampaikan dari kutipan ayat tadi, kita hidup ini harus selalu menjaga diri dan selalu menjalani hidup ini dengan takwa agar pada saat meninggalkan dunia nanti kita meninggal dalam keadaan Muslim, berserah diri kepada Allah SWT.
Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, para keluarga, sahabatnya, hingga kepada kita selaku umatnya yang senantiasa belajar untuk menaati ajarannya. Serta tidak lupa khatib berwasiat kepada diri khatib dan seluruh jama’ah jum’at untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Rabb semesta alam.
Sidang jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah SWT,
Suatu hari, para pembesar Quraisy menggelar rapat khusus. Pasalnya, salah seorang wanita Quraisy dari Bani Makhzum telah mencuri. Antara panik dan resah karena takut kasus ini terekspos ke publik, mereka pun berpikir keras.
Siapa orang yang bisa melobi Rasulullah SAW untuk memetieskan kasus ini. Pilihan pun jatuh ke Usamah bin Zaid.
Usamah bergegas menemui Rasulullah SAW dengan sangat hati-hati dan penuh harap. Pemuda kesayangan Nabi itu mengungkapkan maksud kedatangannya. Intinya, ia meminta hak khusus agar Nabi SAW tidak memidanakan kasus ini.
Paham akan kedatangan Usamah, Rasulullah SAW menjadi merah wajahnya. Beliau menahan marah luar biasa.
Lalu, Rasulullah SAW berdiri seraya berkata, ”Sesungguhnya, yang telah menghancurkan orang-orang sebelum kamu adalah (sikap tercela mereka). Apabila yang mencuri itu adalah orang terpandang di antara mereka, mereka membiarkannya. Namun, apabila yang mencuri itu adalah orang yang lemah, mereka menegakkan hukuman atasnya. Demi Allah, andai Fatimah, Putri Muhammad, mencuri niscaya aku potong tangannya.”

3 hours ago
1





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)


