REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES — Raksasa layanan streaming Netflix memutuskan tidak menaikkan tawarannya untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery, setelah dewan direksi studio tersebut menilai proposal terbaru dari Paramount Skydance lebih unggul. Keputusan ini membuka jalan bagi Paramount Skydance untuk memenangkan persaingan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dalam memperebutkan salah satu studio paling bersejarah di Hollywood.
Warner Bros, yang mengumumkan rencana penjualan tahun lalu, dikutip dari BBC, Jumat (27/2/2026), menyatakan bahwa tawaran terbaru Paramount dinilai “superior” dibandingkan proposal Netflix. Menanggapi hal itu, manajemen Netflix menolak menyamai harga baru yang diajukan pesaingnya.
Co-CEO Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, dalam pernyataan bersama menyebut kesepakatan tersebut tidak lagi menarik secara finansial pada valuasi terbaru. “Transaksi ini selalu merupakan ‘opsi menarik’ pada harga yang tepat, bukan sesuatu yang harus dimiliki dengan harga berapa pun,” ujar mereka.
Beberapa hari sebelumnya, Paramount menaikkan penawarannya sebesar 1 dolar AS per saham menjadi 31 dolar AS per saham untuk mengambil alih seluruh perusahaan. Tawaran tersebut lebih tinggi dari proposal sebelumnya sebesar 30 dolar AS per saham.
Jika disetujui regulator, pemenang akuisisi akan menguasai studio ikonik beserta portofolio film, jaringan televisi, dan layanan streaming-nya. Akuisisi ini dinilai berpotensi mengubah lanskap industri media global secara signifikan.
Meski demikian, Jaksa Agung California Rob Bonta menegaskan bahwa merger tersebut belum final. Ia menyebut Departemen Kehakiman California masih melakukan penyelidikan terbuka dan akan melakukan peninjauan secara ketat. Selain itu, kesepakatan juga memerlukan persetujuan Departemen Kehakiman Amerika Serikat serta regulator di Eropa.
Salah satu implikasi besar dari potensi merger ini adalah masa depan jaringan berita CNN, yang berada di bawah Warner Bros. Mantan Presiden AS Donald Trump sebelumnya kerap mengkritik CNN dan bahkan menyatakan pada Desember lalu bahwa jaringan tersebut sebaiknya dijual sebagai bagian dari kesepakatan Warner Bros.
Kepala CNN, Mark Thompson, dilaporkan mengirimkan surat elektronik kepada karyawan agar tidak berspekulasi mengenai masa depan perusahaan sebelum ada kepastian resmi.
Di sisi lain, struktur pendanaan tawaran Paramount turut menjadi sorotan. Perusahaan tersebut didukung miliarder teknologi Larry Ellison dan dipimpin putranya, David Ellison. Dukungan awal terhadap tawaran Paramount juga sempat melibatkan firma investasi milik menantu Trump, Jared Kushner, sebelum akhirnya mundur pada Desember lalu.
Apabila akuisisi disetujui, Paramount akan menggabungkan pelanggan layanan streaming HBO Max ke dalam portofolionya, serta mengambil alih sejumlah jaringan seperti CNN dan Food Network. Saat ini, jaringan tradisional Paramount mencakup merek seperti CBS, Nickelodeon, dan Comedy Central.
Pada Desember lalu, Warner Bros sempat menyepakati penjualan divisi film dan streaming, termasuk HBO, kepada Netflix dengan nilai sekitar 82 miliar dolar AS termasuk utang. Namun, tawaran yang lebih tinggi dari Paramount mengubah arah negosiasi di menit-menit akhir.
Paramount juga menyatakan kesediaan membayar kompensasi sebesar 7 miliar dolar AS jika kesepakatan batal, serta menanggung biaya pemutusan senilai 2,8 miliar dolar AS yang sebelumnya disepakati Warner Bros dengan Netflix.
Bagi industri hiburan, hasil akhir dari proses ini akan berdampak luas. Selain potensi perubahan kepemilikan aset-aset besar Hollywood, merger juga dikhawatirkan memicu restrukturisasi dan pemangkasan tenaga kerja di tengah industri yang masih menghadapi tekanan produksi dalam beberapa tahun terakhir.

5 hours ago
4


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)











