REPUBLIKA.CO.ID, BATAM — Lonjakan kunjungan wisatawan ke Batam mulai menggeser strategi pengembangan properti komersial di kota industri tersebut. Pengembang kini tak lagi sekadar membangun ruko konvensional, tetapi menghadirkan kawasan terpadu yang dirancang sebagai pusat aktivitas 24 jam.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam pada kuartal IV 2025 menembus lebih dari 460.000 kunjungan, dengan rata-rata bulanan stabil di kisaran 140.000–160.000 wisatawan. Tren ini memperkuat posisi Batam sebagai hub pariwisata dan perdagangan yang terkoneksi langsung dengan Singapura dan Malaysia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menyebut stabilnya arus kunjungan menjadi sinyal positif bagi ekonomi daerah. Peningkatan traffic wisatawan dinilai membuka ruang pertumbuhan bagi sektor ritel, kuliner, hingga gaya hidup.
Melihat tren tersebut, Tana Group mengembangkan AURUM di kawasan Bengkong dengan menghadirkan produk komersial Sobiz (Shop, Office, and Business). Proyek ini didesain dengan konsep 24/7 Urban Hub, mengintegrasikan fungsi bisnis, rekreasi, dan gaya hidup dalam satu kawasan.
Direktur Tana Group Francesca mengatakan, perubahan pola konsumsi mendorong kebutuhan ruang usaha yang lebih terintegrasi. Menurut dia, pengunjung kini tidak hanya datang untuk bertransaksi, tetapi juga mencari pengalaman dan interaksi sosial dalam satu destinasi.
“Ruang usaha hari ini harus mampu menciptakan traffic internal dan memperpanjang durasi kunjungan. Itu yang menjadi dasar perencanaan kawasan ini,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (27/2/2026).
Berbeda dari ruko konvensional yang bertumpu pada lalu lintas sekitar, Sobiz dikembangkan berbasis perencanaan kawasan menyeluruh. Fase pertama proyek tersebut telah terserap pasar dalam beberapa bulan, sementara fase kedua bertajuk Sobiz Festive mengusung tema Neo Retro Style.
Di pusat kawasan terdapat danau buatan seluas sekitar 2 hektare (Aurum Qua) yang dilengkapi atraksi AURUM Dancing Fountain dan instalasi seni Arumi Iconic Art. Pengembang juga menambahkan fasilitas pedestrian tematik, area kuliner, jogging track 1,3 kilometer, ruang terbuka, hingga fasilitas MICE untuk mendorong aktivitas sepanjang hari.
Strategi ini mencerminkan tren baru di industri properti komersial Batam, yakni pengembangan kawasan berbasis ekosistem. Dengan pendekatan tersebut, pengembang berharap dapat menciptakan destinasi baru yang tidak hanya mengandalkan wisatawan, tetapi juga komunitas lokal.
Dari sisi investasi, konsep kawasan terpadu dinilai mampu menjaga likuiditas dan prospek kenaikan nilai properti, seiring pertumbuhan ekonomi daerah. Tana Group juga menggandeng konsultan lanskap dan instalasi internasional untuk memperkuat positioning proyek di kelas menengah-atas.
Saat ini progres pembangunan AURUM telah mencapai sekitar 20 persen. Pengembang menargetkan proyek ini menjadi salah satu katalis pertumbuhan baru di Bengkong, kawasan yang sebelumnya lebih dikenal sebagai area hunian dan penunjang industri.
Dengan arus wisatawan yang terus tumbuh dan konektivitas regional yang kuat, Batam dinilai memasuki fase baru transformasi ekonomi, dari basis manufaktur menuju kota perdagangan dan pariwisata terpadu. Di tengah tren tersebut, pengembangan kawasan komersial terintegrasi diproyeksikan menjadi motor baru penggerak nilai properti dan aktivitas ekonomi lokal.

3 hours ago
2


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)











