Pemprov Papua mulai siapkan langkah jaga inflasi jelang Nataru 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mulai menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas inflasi daerah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. Langkah ini difokuskan untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok bagi masyarakat.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, di Jayapura, Senin, mengungkapkan bahwa inflasi di Provinsi Papua sepanjang tahun 2026 masih terjaga dan terkendali. Hal ini terlihat dari data inflasi tahunan Agustus 2026 terhadap Agustus 2025 yang tercatat sebesar 2,75 persen.
Sementara itu, inflasi bulanan Agustus 2026 terhadap Juli 2026 justru mengalami deflasi sebesar minus 0,89 persen. "Dengan angka tersebut menunjukkan inflasi di Provinsi Papua sepanjang 2026 masih terjaga dan terkendali, dengan berada di bawah target inflasi nasional sebesar 3,5 persen," katanya.
Menurut Christian, capaian inflasi tersebut menjadi salah satu yang terbaik serta terendah di Indonesia. Oleh karena itu, prestasi ini perlu dipertahankan hingga akhir tahun. “Ke depan pemerintah daerah secara rutin melakukan rapat pengendalian inflasi setiap pekan untuk memastikan kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terkendali," ujarnya.
Stok Pangan Aman dan Antisipasi Gangguan Pasokan
Berdasarkan pemantauan terakhir, stok sejumlah komoditas pangan utama seperti beras dan cabai rawit masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Papua akan menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang melibatkan pemerintah kabupaten dan kota serta seluruh instansi terkait.
Christian menambahkan, rapat koordinasi TPID tersebut akan memprioritaskan tiga hal utama. Ketiga prioritas itu adalah menjaga stabilitas harga bahan pokok, memastikan ketersediaan stok, serta melakukan mitigasi terhadap potensi gangguan pasokan.
Faktor cuaca juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. “Serta faktor cuaca juga harus diantisipasi, seperti El Nino, musim hujan maupun gelombang tinggi yang dapat mengganggu distribusi dan pasokan bahan pangan,” tegasnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

6 hours ago
8
















































