PLN UIP Sulawesi dorong warga Kaluku Bodoa siaga hadapi kekeringan.
REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mendorong penguatan kapasitas warga Kaluku Bodoa dalam menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran melalui program Desa Siaga Bencana 2026. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diwujudkan lewat kampanye hemat air dan pencegahan kebakaran di RT 05/RW 02, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Mangatas Silaen, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar. “Melalui program ini, kami mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap penggunaan air dan pencegahan kebakaran,” ujarnya di Makassar, Senin.
Henry berharap kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kelompok Kaltana, RT/RW, dan warga dapat terus diperkuat. Tujuannya adalah mewujudkan lingkungan yang tangguh dan siap menghadapi bencana. PLN UIP Sulawesi menegaskan komitmennya untuk mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih mandiri dalam menghadapi risiko bencana melalui program TJSL ini.
Edukasi dan Aksi Bersama Warga
Kampanye dikemas melalui kerja bakti bersih lingkungan, edukasi, dan aksi bersama dengan dua fokus utama. Fokus pertama adalah penggunaan air secara bijak, dan fokus kedua adalah pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, hemat air, aman, dan semakin siap menghadapi potensi kekeringan maupun kebakaran.
Ketua Kelompok Kaltana Kaluku Bodoa, Hanah, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN melalui Program Desa Siaga Bencana. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap risiko kekeringan dan kebakaran. Masyarakat diajak untuk membangun kebiasaan sederhana yang berdampak langsung terhadap pengurangan risiko bencana.
Edukasi hemat air dinilai penting di tengah potensi kekeringan. Sementara itu, pencegahan kebakaran perlu terus diperkuat mengingat kawasan permukiman memiliki kerentanan terhadap kondisi darurat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

7 hours ago
8
















































