REPUBLIKA.CO.ID, GOWA, – Seorang teknisi PT Telkom Akses tewas dan tiga rekannya mengalami luka-luka setelah tertimpa tembok panel beton drainase yang roboh di Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin malam. Insiden nahas ini terjadi saat para korban tengah berupaya memperbaiki jaringan kabel fiber optik yang putus akibat proyek galian drainase.
Personel Patroli, Pengamanan, dan Pelayanan Masyarakat Terpadu (Pamapta) 3 Polresta Gowa, Ipda Rahmat, membenarkan kejadian tersebut sebagai dugaan kecelakaan kerja. "Kejadian ini dugaan kecelakaan kerja akibat adanya tembok panel yang roboh saat pekerja dari pihak perusahaan Telkom Akses ini melaksanakan pekerjaan. Karena adanya kabel putus yang terbaca oleh sistem dari PT Telkom Akses," ujarnya di lokasi kejadian.
Korban Jiwa dan Luka-luka
Dari insiden tersebut, satu korban dinyatakan meninggal dunia di tempat. Korban tewas teridentifikasi sebagai Nichsan Isnorrianto Idris (24), warga Desa Kawite-Wite, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Sementara itu, tiga korban lainnya segera dilarikan ke Rumah Sakit Unismuh Gowa untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Adapun identitas korban luka adalah Muhammad Irsyad (30), warga Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar, yang mengalami luka lebam pada paha kiri. Korban selanjutnya, Andi Arung, menderita luka terbuka di lutut kanan, luka lecet pada punggung, serta bengkak di bagian belakang kepala. Satu korban lain, Khairul (28), warga Jalan Tanggul Tanggul Patompo, Makassar, hanya mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, musibah ini bermula ketika sistem PT Telkom mendeteksi adanya gangguan jaringan pada salah satu BTS akibat kabel yang terputus. Putusnya kabel tersebut diduga kuat disebabkan oleh aktivitas pengerjaan proyek pelebaran drainase milik Prasarana Umum (PU) yang menggunakan alat berat ekskavator di lokasi.
Menindaklanjuti laporan gangguan itu, tim teknis dari PT Telkom Akses turun langsung ke dalam galian drainase untuk melakukan pemeriksaan dan penyambungan kabel. "Jadi, mereka ini turun karena terbaca oleh sistem dari Telkom bahwa adanya kabel putus akibat galian yang di TKP tadi," jelas Ipda Rahmat.
Naas, saat para pekerja sedang fokus menangani kabel di bawah galian, pondasi tembok panel beton yang berada di sisi area galian tiba-tiba ambruk dan langsung menimpa mereka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak manajemen PT Telkom Akses terkait musibah dugaan kecelakaan kerja tersebut.
Pihak kepolisian dari Polresta Gowa menyatakan akan terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Fokus investigasi adalah untuk memastikan apakah insiden ini murni kecelakaan kerja atau terdapat unsur kelalaian dari pihak-pihak terkait dalam proyek galian drainase tersebut.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

8 hours ago
8
















































