REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Langkah ini difokuskan untuk menciptakan rantai distribusi yang lebih efisien serta meningkatkan daya saing produk daerah di kancah internasional.
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, mengungkapkan bahwa tingginya biaya logistik masih menjadi tantangan utama bagi para pelaku ekspor. Oleh karena itu, pendampingan intensif diperlukan agar biaya-biaya tersebut dapat ditekan secara signifikan.
“Kami ingin hadir tidak hanya saat seremonial, tetapi juga mendampingi UMKM dalam menyelesaikan berbagai tantangan, mulai dari efisiensi biaya logistik, penguatan jejaring bisnis, hingga perluasan akses pasar internasional,” ujarnya di Makassar, Jumat.
Pernyataan tersebut disampaikan Fatmawati seusai melepas ekspor 10,2 ton kemiri olahan menuju Jeddah, Arab Saudi. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Sulsel yang menitikberatkan pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas lokal.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian. Selama pelaku usaha terus berinovasi, menjaga kualitas, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar, peluang di pasar global akan terus terbuka,” tambahnya.
Program Pendampingan REWAKO
Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wipanda, menjelaskan bahwa capaian ekspor tersebut merupakan buah dari pendampingan menyeluruh. Pendampingan itu dilakukan melalui Program REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable).
Menurut Rizki, program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan semata. Cakupannya lebih luas, yakni mendampingi UMKM mulai dari penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, riset pasar, business matching, hingga fasilitasi keikutsertaan pada pameran internasional.
Beberapa pameran bergengsi yang difasilitasi antara lain Trade Expo Indonesia dan Anging Mammiri Business Fair. “Ekspor bukan proses yang instan. Dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar UMKM benar-benar siap memasuki pasar global,” tegas Rizki.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

6 hours ago
8






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510193/original/003574000_1771822191-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)
