Perkuat Daya Tarik Investasi PSEL, PLN Siapkan Kontrak Listrik Jangka Panjang

2 hours ago 5

Sebuah alat berat mengeruk sampah di TPA Banjardowo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) menyiapkan skema kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) berdurasi hingga 30 tahun guna menarik investasi pada proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kepastian kontrak jangka panjang tersebut diharapkan memberi jaminan bagi investor untuk mengembangkan proyek waste to energy di berbagai daerah.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar mengatakan PLN siap menjadi pembeli (offtaker) seluruh listrik yang dihasilkan mitra pengembang PSEL. Menurut dia, komitmen tersebut menjadi salah satu bentuk kepastian usaha bagi investor yang ingin masuk ke sektor pengolahan sampah menjadi energi.

"Kami memberikan jaminan kepada para mitra bahwa listrik yang dihasilkan akan diambil oleh PLN sebagai offtaker. Para mitra tidak perlu khawatir. Komitmen jangka panjang PLN sudah teruji di berbagai sektor pembangkit lainnya yang bahkan memiliki Power Purchase Agreement (PPA) lebih dari 30 tahun. Jaminan ini akan terjaga dengan sangat baik," kata Suroso dalam acara Waste to Energy Talks 2026 di Jakarta, dikutip Ahad (26/7/2026).

Suroso mengatakan proyek PSEL yang didukung Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem ketenagalistrikan sekaligus pengelolaan lingkungan. Kehadiran pembangkit berbasis sampah juga akan menambah portofolio energi baru terbarukan (EBT) PLN.

Tingginya kepastian kontrak tersebut mendapat respons positif dari pasar. Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir mengatakan minat investor terhadap proyek PSEL sangat besar, baik dari dalam maupun luar negeri. Bahkan, berbagai institusi keuangan di luar bank-bank Himbara juga menunjukkan ketertarikan untuk berpartisipasi.

Menurut Pandu, secara akumulatif proyek PSEL di Indonesia merupakan proyek waste to energy terbesar di dunia sehingga menarik perhatian investor global. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan pasar terhadap prospek investasi hijau di sektor pengelolaan sampah.

Pemerintah juga terus mempercepat realisasi proyek melalui penyederhanaan regulasi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut pemerintah telah memangkas berbagai aturan agar pembangunan PSEL berjalan lebih cepat dan memberikan kepastian bagi dunia usaha.

Read Entire Article
Food |