REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto memantau secara intensif perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap sektor transportasi udara. Hingga Minggu, sebanyak 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan sementara delapan bandara demi keselamatan operasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa Presiden hampir setiap saat meminta pembaruan informasi mengenai kondisi penerbangan sebagai dasar pengambilan langkah cepat. Pemantauan dilakukan langsung oleh Menhub dari pusat kendali di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
"Beliau concern, beliau hampir setiap saat meminta supaya di-update bagaimana kondisi penerbangan kita," kata Menhub Dudy Purwagandhi di Jakarta, Minggu.
Instruksi Presiden: Antisipasi Dinamika Abu Vulkanik
Dudy menegaskan bahwa Presiden memberikan instruksi tegas agar seluruh pihak mengantisipasi setiap perkembangan situasi. Hal ini mengingat kondisi sebaran abu vulkanik dan cuaca dapat berubah secara dinamis sehingga memerlukan pemantauan berkelanjutan.
"Instruksi Presiden sudah jelas bahwa kita harus mengantisipasi segala sesuatunya," ujar Menhub.
Pemerintah memutuskan memperpanjang penutupan sementara delapan bandara hingga pukul 24.00 WIB. Kedelapan bandara tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.
Dampak penutupan ini mencakup penerbangan keberangkatan maupun kedatangan. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, pergerakan abu vulkanik GAK mengalami perubahan arah angin menuju timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.
Evaluasi Berkala dan Imbauan untuk Masyarakat
Kondisi tersebut membuat Kementerian Perhubungan bersama BMKG, AirNav, pengelola bandara, dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Presiden meminta masyarakat untuk mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan serta tidak mendekati kawasan GAK.
Masyarakat juga diminta mematuhi aturan zona bahaya dan batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang. "Saudara-saudara kita yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan, dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan patuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang," ujar Presiden Prabowo.
Presiden mengatakan pemerintah telah memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menerima laporan serta informasi terkini dari jajaran terkait. Ia juga telah meminta jajaran BNPB, BMKG, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kesiapsiagaan berjalan dengan baik.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

13 hours ago
21











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552488/original/035803500_1775810333-35830.jpg)