RANS Gandeng Mayora Lagi, Nilai Kerja Sama Masih Dirahasiakan

7 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) dan Mayora Group memperpanjang kemitraan yang telah berjalan sejak 2019. Kolaborasi terbaru keduanya mencakup pengembangan berbagai kekayaan intelektual (intellectual property/IP) RANS, mulai dari kegiatan hiburan hingga pengalaman keluarga, serta akan diperluas ke sejumlah proyek berskala lebih besar.

Sejumlah program yang menjadi bagian dari kolaborasi tersebut antara lain RANS Carnival dan Cipungland. Mayora juga akan terlibat dalam kegiatan pemasaran, sponsor, sampling produk, hingga aktivitas yang memberikan pengalaman langsung kepada konsumen.

Namun, meski kemitraan telah berjalan selama tujuh tahun, RANS belum mengungkap nilai kerja sama terbaru dengan Mayora. Manajemen menyebut nilai kerja sama masih berkembang seiring dengan bertambahnya proyek yang digarap bersama.

Direktur Utama RANS Nagita Slavina mengatakan kerja sama dengan Mayora akan terus berlanjut dalam berbagai proyek hiburan dan IP RANS.

“Soal nilai, sudah ada nilainya, tapi ini masih on going, dan ini akan kerja sama yang panjang,” kata Nagita dalam keterangannya kepada wartawan, dikutip Selasa (11/8/2026).

Dia mengatakan nilai kerja sama ke depan masih dapat berubah dan berpotensi meningkat. “Angkanya ini masih berubah dan semakin besar lagi,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Nagita, kolaborasi RANS dan Mayora akan diperluas ke sejumlah IP berskala lebih besar, termasuk D’MASIV Asia Concert dan DUDAS-1 Asia Tour. Rangkaian kegiatan tersebut ditargetkan menjangkau lebih banyak kota dan masyarakat.

Saat ditanya perihal kontribusi kerja sama tersebut terhadap pendapatan RANS, manajemen juga belum memberikan angka. Manajemen mengatakan besaran kontribusi masih dalam proses dan akan terlihat setelah program berjalan.

Nagita mengatakan RANS akan tetap memperhatikan target pendapatan dan kewajiban sebagai perusahaan terbuka.

“Kami harus bertanggung jawab. Berapa yang memang kita target harus dapat di revenue, ekuitas, dan lain-lain,” ujarnya.

Menurut dia, perkembangan nilai kerja sama nantinya akan terbuka seiring dengan berjalannya bisnis perusahaan. “Pasti kami lihat, akan cepat atau lambat, angkanya akan terbuka,” kata Nagita.

Kerja sama tersebut juga melibatkan LINK Group International sebagai mitra pemasaran dan jaringan media. LINK Group membantu menyelaraskan strategi pemasaran dan komunikasi antara RANS dan Mayora.

RANS sendiri baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026. Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), perseroan menawarkan 2,525 miliar saham atau 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp170 per saham.

Dari aksi korporasi tersebut, RANS menghimpun dana Rp429,25 miliar. Dana hasil IPO digunakan untuk ekspansi bisnis, antara lain penyelenggaraan konser, akuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia, pengembangan Cipungland, investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (AI), pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi, dan penguatan modal kerja.

Pada perdagangan Senin (10/8/2026), saham RANS ditutup di level Rp206 per saham, turun Rp6 atau 2,83 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp212. Meski turun pada perdagangan tersebut, saham RANS masih berada 21,2 persen di atas harga IPO Rp170 per saham.

Read Entire Article
Food |