Rupiah Melemah, Ini Tips Bijak Atur Keuangan Menurut Pakar

3 hours ago 4

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (24/4/2026). Pada perdagangan Jumat sore, nilai tukar rupiah ditutup menguat pada level Rp17.268 per dolar AS. Pemerintah menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS dipicu meningkatnya tekanan global yang turut mengguncang mata uang di kawasan. Meski demikian, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus memantau pergerakan pasar guna menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas yang masih tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali berada dalam tekanan. Para Rabu (20/5/2026) diperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.600 hingga Rp 17.750 per dolar AS.

Pakar Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah, menjelaskan kenaikan dolar dapat memicu efek berantai yang langsung membebani pengeluaran rumah tangga, terutama karena tingginya ketergantungan Indonesia pada bahan impor. "Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kemudian BBM dan transportasi naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, hingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal," kata Yunan dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (20/5/2026).

Banyak masyarakat merasa aman karena tidak membeli barang impor secara langsung. Padahal menurut Yunan, biaya hidup mereka akan tetap membengkak seiring naiknya biaya produksi industri lokal.

"Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor, mereka akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Kenaikan dolar ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat," kata dia.

Ia kemudian mengungkap beberapa tips bijak mengelola keuangan di tengah kondisi sekarang. Pertama, ia mengimbau masyarakat untuk segera mengevaluasi kembali arus kas (cash flow) pribadinya masing-masing. Berhenti berlangganan layanan yang tidak krusial dan memangkas gaya hidup konsumtif adalah langkah darurat yang wajib diambil.

"Dalam kondisi kurs yang tengah bergejolak, stabilitas ekonomi seseorang tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar penghasilannya, melainkan seberapa sehat dan rasional ia mengelola keuangannya," kata Yunan.

Read Entire Article
Food |