Salami CEO KAI, Presiden Minta Harga Bagus untuk Jet Boramae

7 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Ada momen menarik ketika Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap siang kala diundang Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, Rabu (1/4/2026) siang waktu setempat. Prabowo didampingi Lee sempat menyalami para pengusaha Korsel yang ikut dalam acara tersebut.

Ketika tiba menyalami CEO Korea Aerospace Industries (KAI) Kim Jong-chul, Prabowo pun sempat terkejut. Setelah Kim memperkenalkan diri, RI 1 pun langsung berkelakar. "Ok, give us good price, haa," kata Prabowo kepada Kim sembari tertawa.

KAI adalah produsen jet tempur KF-21 Boramae. Proyek itu dulunya bernama Korean Fighter Xperiment/Indonesian Fighter Xperiment (KFX/IFX). Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pemerintah Indonesia terlibat berkontribusi 20 persen dalam pengembangan proyek tersebut. Setelah pembayaran sempat tersendat, kini era Prabowo proyek itu dalam proses finalisasi.

Dalam sambutannya di acara itu, Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta menekankan pentingnya hasil pertemuan bilateral yang telah berjalan. Dia mengakui, pembahasan yang berlangsung dengan Presiden Lee telah menghasilkan capaian yang produktif dan strategis bagi hubungan Indonesia dan Korsel.

"Suatu kehormatan besar bagi saya untuk berada di sini setelah diskusi yang sangat produktif dan bermanfaat yang telah kita adakan hari ini. Peningkatan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, bersamaan dengan penandatanganan beberapa perjanjian penting, mencerminkan kepercayaan mendalam dan visi bersama yang mengikat kedua negara kita," ucap Prabowo.

Dia pun menyampaikan keyakinannya, peningkatan kemitraan serta sejumlah kesepakatan yang dicapai akan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kedua negara. Prabowo juga menyoroti kesamaan perjalanan sejarah antara Indonesia dan Korsel, yang sama-sama berjuang keras untuk meraih kemerdekaan dan membangun bangsa.

"Kita memiliki banyak kesamaan dalam sejarah dan kepentingan bersama. Kedua negara kita harus berjuang sangat keras untuk kemerdekaan. Republik Korea telah berhasil dengan sangat baik menjadi negara industri yang sangat maju," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo dan Presiden Lee juga menyaksikan pertukaran 10 memorandum of understanding (MoU) bernilai Rp 173 triliun antara kedua negara demi memperkuat kemitraan strategis.

Berikut 10 MoU yang dipertukarkan:

1. Nota Kesepahaman tentang Pembentukan Dialog Strategis Komprehensif Khusus

2. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Ekonomi 2.0

3. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Kemitraan Mineral Kritis

4. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Pengembangan Digital

5. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di bidang AI untuk Kesehatan Dasar dan Pembangunan Manusia

6. Nota Kesepahaman tentang Penguatan Kerja Sama di Bidang Energi Bersih

7. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di Bidang Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS)

8. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di Bidang Industri Jasa Pembangkit Lepas Pantai

9. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Perlindungan dan Penegakan Hak Kekayaan Intelektual

10. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Keuangan (Danantara–Exim Bank of Korea)

Read Entire Article
Food |