Senyum Ramadhan: Berkah Stabilitas Pangan dari Pasar Murah hingga Prediksi Ekonomi Cerah

3 weeks ago 24

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah hembusan angin timur yang membawa aroma puasa mendekat, masyarakat Indonesia mulai merasakan getar kebahagiaan menyambut Ramadhan 1447 Hijriah. Bukan hanya soal ibadah yang mendalam, tapi juga kenyamanan sehari-hari yang terjamin melalui upaya pemerintah menjaga kestabilan pangan.

Bayangkan: meja sahur dan berbuka yang penuh berkah, tanpa beban harga melambung. Itulah gambaran unik yang terlihat dari inisiatif seperti pasar murah di Jawa Timur, stok berlimpah di Kepulauan Riau, hingga pantauan ketat di Kalimantan Timur, semuanya seperti simfoni harmonis yang menyanyikan lagu kebahagiaan kolektif, di mana kebijakan bertemu dengan senyum warga.

Di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, kebahagiaan itu terwujud dalam bentuk pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi di Lapangan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran. Gubernur Khofifah Indar Parawansa, dengan semangatnya yang khas, menyebut ini sebagai "langkah konkret" untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. "Ramadhan sudah semakin dekat, setidaknya kurang dua minggu lagi Insya Allah kita sudah masuk bulan suci Ramadhan lalu Hari Raya Idul Fitri.

Tentu permintaan akan bahan pokok akan meningkat. Sehingga melalui pasar murah ini masyarakat bisa mendapat bahan baku yang terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi dan stabilisasi harga," ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu lalu. Ini bukan sekadar bazar biasa; ini adalah pesta rakyat di mana beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng MinyaKita Rp13.000 per liter, dan telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, semua di bawah harga pasar, seperti hadiah Ramadhan yang dibungkus rapi.

Tak berhenti di situ, pasar murah ini juga menyentuh kebutuhan sehari-hari yang sering luput dari perhatian: tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, dan daging ayam ras Rp30.000 per kemasan. Bahkan bumbu dapur seperti cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram ikut disubsidi, memastikan hidangan sahur tetap pedas dan lezat tanpa menguras dompet.

"Tidak hanya kebutuhan pokok, tapi di pasar murah juga kita sediakan kebutuhan bumbu dapur dengan harga terjangkau," tambah Khofifah, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, dilaksanakan secara masif di berbagai daerah Jatim. Uniknya, pasar ini diramaikan stan UMKM lokal yang menjajakan makanan dan jajanan, menciptakan suasana seperti pasar malam Ramadhan yang penuh kehangatan, di mana belanja pokok sekaligus mendukung ekonomi kecil.

Cerita kebahagiaan ini semakin lengkap dengan kisah warga seperti Nur Hasanah dari Tambak Wedi, yang tak hanya mendapatkan sembako murah tapi juga beras gratis dari gubernur. "Alhamdulillah tadi saya rencana mau beli beras dan minyak goreng dan malah mendapat gratis dari Ibu Gubernur," ujarnya, senyumnya mencerminkan bagaimana kebijakan ini menyentuh hati rakyat kecil.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |