Serangan Teheran Memantik Kecaman dan Seruan Perdamaian Global

3 hours ago 4

Ayatollah Ali Khamenei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyusul rangkaian serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel ke wilayah Iran. Sikap tersebut tertuang dalam Tausiyah MUI tentang Eskalasi Serangan Israel–Amerika terhadap Iran melalui Surat Nomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan.

Dalam pernyataannya, MUI mendoakan almarhum sebagai syuhada dan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran. MUI juga mengutuk keras serangan Israel yang didukung Amerika Serikat karena dinilai bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Menurut MUI, serangan militer tersebut merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke konflik terbuka yang lebih luas. Serangan bom yang dilaporkan menyasar sekolah dasar di Iran dan menewaskan sekitar 160 anak dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap prinsip perlindungan warga sipil. MUI menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial dan kemerdekaan politik suatu negara.

Sebaliknya, MUI memandang serangan balasan Iran ke sejumlah pangkalan militer sebagai bentuk pembelaan diri yang dalam perspektif hukum internasional dibenarkan, selama menyasar target militer. Iran sebelumnya meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah setelah serangan awal pada 28 Februari 2026 menghantam sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibu kota, Teheran.

Televisi nasional Iran kemudian mengonfirmasi wafatnya Ali Khamenei akibat serangan rudal tersebut. Pada hari yang sama, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, memastikan bahwa Majelis Ahli akan segera bersidang untuk memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi yang baru sesuai mekanisme konstitusi.

Dalam konteks geopolitik yang lebih luas, MUI menilai serangan ini tidak bisa dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi strategi regional yang lebih besar, termasuk dugaan upaya melemahkan posisi Iran di kawasan Teluk dan membatasi dukungannya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Terkait konflik Israel–Palestina, MUI mendorong negara-negara lain berperan sebagai juru damai dan menghentikan penggunaan kekuatan militer sebagai instrumen tekanan politik.

MUI juga menyoroti peran Amerika Serikat dalam inisiatif yang disebut Board of Peace (BoP), yang diklaim bertujuan mengelola konflik Palestina. Namun, MUI mempertanyakan efektivitas dan arah kebijakan tersebut, apakah benar untuk mewujudkan perdamaian yang adil atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang. Karena itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia untuk mencabut keanggotaan dari BoP jika dinilai tidak efektif dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |