REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Kuba agar segera membuat kesepakatan dengan Washington. Ancaman tersebut dilayangkan tak lama setelah AS menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya.
Trump mengatakan, Kuba tidak akan lagi menerima aliran minyak dan uang. "Tidak akan ada lagi minyak atau uang yang mengalir ke Kuba - nol! Saya sangat menyarankan mereka membuat kesepakatan, sebelum terlambat," ujar Trump lewat platform Truth Social, Ahad (11/1/2026).
Salah satu pengguna Truth Social sempat mengomentari unggahan Trump dengan menyebut bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan menjadi presiden Kuba. "Kedengarannya bagus bagi saya," tulis Trump menanggapi komentar tersebut.
Setelah itu, Trump kembali menulis bahwa selama bertahun-tahun Kuba hidup dengan sejumlah besar minyak dan uang dari Venezuela. "Sebagai imbalannya, Kuba menyediakan ‘Layanan Keamanan’ untuk dua diktator Venezuela terakhir, tetapi tidak lagi!” ujarnya.
Dia kemudian menyinggung tentang tentara Kuba yang tewas ketika AS menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026 lalu. "Sebagian besar warga Kuba tersebut tewas akibat serangan AS pekan lalu, dan Venezuela tidak lagi membutuhkan perlindungan dari para preman dan pemeras yang menyandera mereka selama bertahun-tahun," ucap Trump.
Sementara itu Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menolak ancaman Trump terhadap negaranya. Dia menegaskan akan membela negaranya hingga tetes darah penghabisan.
"Kuba adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat. Tidak ada yang mendikte apa yang kami lakukan. Kuba tidak melakukan agresi; Kuba telah diincar oleh Amerika Serikat selama 66 tahun, dan Kuba tidak mengancam; Kuba bersiap, siap membela Tanah Air hingga tetes darah terakhir," tulis Diaz-Canel di akun X resminya.
AS diketahui telah menerapkan embargo perdagangan kepada Kuba sejak dekade 1960-an. Setidaknya sejak tahun 2000, Kuba semakin bergantung pada minyak Venezuela yang disediakan sebagai bagian dari kesepakatan yang dibuat dengan pendahulu Nicolas Maduro, Hugo Chavez.

3 hours ago
2












































