Sosialisasi dan Optimalisasi Tecare Remaja Sehat, Bahagia dan Berdaya

7 hours ago 4

Image UNISA Yogyakarta

Eduaksi | 2026-07-01 14:52:18

Masa remaja merupakan fase krusial dalam kehidupan manusia yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikis, dan kematangan organ reproduksi. Tanpa bekal pemahaman yang benar, remaja rentan terjerumus dalam perilaku berisiko yang dapat mengancam masa depan mereka.

Berangkat dari urgensi tersebut, sebuah langkah nyata dihadirkan melalui program Tecare (Teenage Care). Kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada sosialisasi dan edukasi kesehatan reproduksi ini sukses digelar bagi para remaja di Panti Asuhan Queen Latifa, Sleman.

Dengan mengusung tema "Optimalisasi Kesehatan Reproduksi Menuju Remaja Sehat, Bahagia dan Berdaya", program ini bertujuan untuk menghapus stigma tabu dan memberikan edukasi berbasis ilmiah namun tetap mudah dipahami oleh generasi muda.

Memutus Tabu dengan Edukasi Tepat Sasaran

Selama ini, pembahasan mengenai kesehatan reproduksi (kespro) sering kali dianggap tabu, sehingga remaja cenderung mencari informasi dari sumber yang keliru, seperti internet tanpa filter atau obrolan teman sebaya yang belum tentu akurat. Tecare hadir untuk menjembatani kesenjangan informasi tersebut.

Dalam kegiatan ini, para remaja Panti Asuhan Queen Latifa diberikan sosialisasi yang di sampaikan oleh Bdn. Fayakun Nur Rohmah, S.ST., MPH, Bdn. Enny Fitriahadi, S.Si.T., M.Kes selaku ketua dan tim pengabdian serta materi kesehatan reproduksi yang disampaikan oleh Dr. Aji Bagus Widyantara, M.M.R., Sp. PK selaku tim pengabdi dari Unisa Yogyakarta, Materi tersebut diberikan secara komprehensif yang meliputi Anatomi dan Fisiologi Reproduksi: Pemahaman mendasar mengenai perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas, Personal Hygiene: Cara menjaga kebersihan organ reproduksi untuk mencegah infeksi dan penyakit dan Pencegahan Perilaku Berisiko: Edukasi mengenai dampak pergaulan bebas, pernikahan dini, serta penularan penyakit menular seksual (PMS).

Selain itu kegiatan pengabdian masyarakat ini juga di ikuti oleh mahasiswi kebidanan Siti Alifah Puji Astuti dan mahasiswa kedokteran Ra’if Ghani yang ikut mendampingi dan membantu pelaksanaan kegiatan pengabdian ini.

Pemberian materi dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dua arah, penayangan media visual, dan permainan edukatif. Pendekatan yang hangat dan bersahabat membuat para peserta tidak canggung untuk mengutarakan pertanyaan-pertanyaan yang selama ini mengganjal di pikiran mereka.

Menuju Remaja yang Sehat, Bahagia dan Berdaya

"Remaja yang berdaya adalah mereka yang memiliki kendali penuh atas masa depannya, dan itu dimulai dari kemampuan menjaga serta menghargai tubuhnya sendiri," ungkap Fayakun.

Melalui kegiatan Tecare, para remaja di Panti Asuhan Queen Latifa tidak hanya diposisikan sebagai objek penerima materi, tetapi juga didorong untuk menjadi peer educator (pendidik sebaya) yang mampu menyebarkan virus kebaikan dan pengetahuan ini ke lingkungan sekitar mereka.

Pihak pengelola Panti Asuhan Queen Latifa Sleman menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya program ini. Kegiatan seperti ini dinilai sangat membantu pihak panti dalam memberikan proteksi dan bekal kehidupan (life skills) yang nyata bagi anak-anak asuh, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, sehat, dan berdaya saing tinggi, ucap Ulfah

Tecare berharap langkah kecil yang dimulai dari Panti Asuhan Queen Latifa Sleman ini dapat menjadi pemantik bagi gerakan-gerakan pemuda lainnya untuk terus peduli terhadap kesehatan reproduksi, demi melahirkan generasi emas Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Food |