Studi: Konsumsi Anggur Rutin Bisa Bantu Lindungi Kulit dari Sinar Matahari

15 hours ago 10

Buah anggur.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Manfaat anggur disebut tidak hanya sebatas camilan sehat. Sebuah studi terbaru menemukan konsumsi anggur secara rutin dapat membantu kulit memiliki perlindungan tambahan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ACS Nutrition Science itu menunjukkan konsumsi anggur dapat memengaruhi cara kerja gen dalam tubuh, termasuk gen yang berkaitan dengan kesehatan kulit.

Riset tersebut dipimpin para ilmuwan dari Western New England University.

Dalam penelitian itu, dilansir dari Fox News, Jumat (29/5/2026), para relawan terlebih dahulu menjalani diet terbatas selama dua pekan. Setelah itu, selama dua minggu berikutnya mereka mengonsumsi setara tiga porsi anggur per hari dalam bentuk bubuk anggur beku kering berkonsentrasi tinggi.

Peneliti kemudian mengambil sampel kecil kulit peserta sebelum dan sesudah konsumsi anggur, lalu mengujinya dalam kondisi normal maupun setelah terpapar sinar ultraviolet (UV).

Hasilnya menunjukkan pola aktivitas gen pada kulit berubah setelah konsumsi anggur dan paparan sinar UV. Meski respons genetik tiap individu berbeda, konsumsi anggur tetap memengaruhi ekspresi gen seluruh peserta penelitian.

Saat kulit terkena sinar UV, tubuh biasanya menghasilkan zat kimia bernama malondialdehyde yang menjadi penanda kerusakan sel. Namun setelah mengonsumsi anggur, kadar zat tersebut ditemukan jauh lebih rendah.

“Kami sekarang yakin bahwa anggur bertindak sebagai superfood dan memediasi respons nutrigenomik pada manusia,” kata profesor sekaligus dekan College of Pharmacy and Health Sciences di Western New England University, John Pezzuto.

Menurut dia, perubahan ekspresi gen tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesehatan kulit. Pezzuto juga mengatakan manfaat konsumsi anggur kemungkinan tidak hanya terbatas pada kulit, tetapi juga dapat memengaruhi organ lain seperti hati, otot, ginjal, hingga otak.

Meski demikian, peneliti mengingatkan studi ini memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan empat peserta perempuan dengan tipe kulit dan latar belakang serupa. Selain itu, konsumsi anggur disebut tidak bisa menggantikan penggunaan tabir surya maupun kebiasaan melindungi kulit dari paparan matahari. Penelitian juga menggunakan bubuk anggur berkonsentrasi tinggi, bukan sekadar konsumsi anggur biasa sesekali.

Read Entire Article
Food |