REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus menjadi salah satu bantuan pendidikan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan hanya meringankan beban biaya pendidikan, program itu juga membantu pemenuhan gizi peserta didik.
Salah satu orang tua penerima manfaat KJP Plus, Nofitasari (46 tahun), mengaku sangat terbantu dengan program yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta sejak belasan tahun lalu itu. Apalagi, anaknya kini sekolah di SMK swasta yang tidak gratis.
"Membantu banget. Apalagi, anak saya sekolahnya swasta, jadi separuh SPP di-cover sama KJP," kata Nofitasari saat dihubungi Republika, Selasa (12/5/2026).
Ia mengungkapkan, setiap bulan bisa mendapat bantuan dana pendidikan mencapai lebih dari Rp600 ribu dari program KJP Plus. Sebanyak Rp240 ribu merupakan dana untuk tambahan SPP dan Rp450 ribu dana personal, yang biasa dicairkan tunai maksimal Rp100 ribu per bulan untuk ongkos anaknya yang kini kelas 10.
Nofitasari mengatakan, KJP Plus tidak lagi membuat dirinya bingung memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Urusan beli buku, seragam, sepatu, dan peralatan sekolah lainnya, bisa dipenuhi dengan KJP Plus.
Tak hanya itu, pemegang KJP Plus dapat melakukan tebus sembako murah setiap bulan sehingga mendukung pemenuhan gizi keluarga. Ia berharap program itu terus dilanjutkan karena sangat bermanfaat.
"Itu kan bisa buat menambah gizi. Soalnya ada beras, ada telur, ada daging, ada susu, ada ikan," kata Nofitasari, yang merasakan manfaat KJP Plus sejak anaknya masih kelas 2 SD.
Sementara itu, Deva (17), juga mengaku tidak pernah kekurangan untuk urusan biaya pendidikan dengan adanya KJP Plus. Menurutnya, segala kebutuhan sekolah bisa dipenuhi dengan dana dari program tersebut.
"Ya, kebantu. Maksudnya kalau buat kebutuhan sekolah gitu, kayak beli sepatu, buku, pulpen, yang lain-lain dah, enggak pernah kekurangan," kata remaja yang kini sekolah jurusan Produksi Grafika itu.
Penyaluran Tahap I

1 week ago
31















































