Tak Mempan Diancam Trump, Iran Janjikan Serangan Besar-Besaran

8 hours ago 6

Petugas pemadam kebakaran Israel berupaya memadamkan api di sebuah mobil di lokasi terkena proyektil setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel. -

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Ancaman yang dilayangkan Presiden AS Donald Trump dalam pernyataan semalam ditanggapi lekas Teheran. Militer Iran pada Kamis bersumpah untuk melakukan serangan “menghancurkan” terhadap Amerika Serikat dan Israel. 

“Dengan kepercayaan kepada Allah, perang ini akan terus berlanjut sampai Anda merasa terhina, tercela, menyesal permanen dan pasti, serta menyerah,” kata komando operasional militer Khatam Al-Anbiya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh TV pemerintah. 

“Tunggu tindakan kami yang lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih merusak.”

Juru bicara kementerian luar negeri Iran juga telah mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan atas pidato Trump, di mana presiden AS memperingatkan bahwa Iran harus menyetujui kesepakatan dalam waktu dua hingga tiga minggu atau akan menghadapi serangan terhadap setiap pembangkit listriknya.

“Kami tidak akan menoleransi lingkaran setan perang, negosiasi, gencatan senjata, dan mengulangi pola yang sama,” kata Esmail Baghaei, menggambarkan konflik yang sedang berlangsung sebagai “bencana tidak hanya bagi Iran, tetapi juga bagi seluruh kawasan dan sekitarnya.” 

Baghaei mengatakan Iran akan terus melakukan perlawanan selama serangan AS-Israel terus berlanjut, dan menegaskan kembali bahwa Teheran tidak menganggap negara tetangganya di Teluk sebagai musuh.

"Kami telah berulang kali mengatakan bahwa kami bertekad untuk melanjutkan hubungan baik bertetangga dengan mereka semua. Masalahnya adalah Amerika Serikat dan Israel mengeksploitasi wilayah mereka untuk melakukan agresi militer terhadap Iran," ujarnya.

"Ini adalah perang tidak adil yang dikenakan pada rakyat Iran. Kami tidak punya pilihan selain melawan dengan sengit," tambahnya.

Read Entire Article
Food |