Tiba di Makkah, Jamaah Haji Indonesia Mulai Jalani Umrah Wajib

3 hours ago 3

Jamaah calon haji berada di dalam bus Shalawat untuk menuju Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji Indonesia kelompok terbang (kloter) perdana yang telah tiba di Makkah, Arab Saudi, mulai melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram pada Jumat (1/5/2026). Ketua rombongan jamaah Kloter Embarkasi Solo (SOC) 1 Muhammad Tasrifin Salim mengatakan, pihaknya membagi jamaah dalam kelompok kecil berisi 40 orang. Hal itu bertujuan untuk memaksimalkan perlindungan dan pengawasan selama prosesi umrah.

"Di Masjidil Haram, jamaah laki-laki membentuk formasi huruf U, dengan jamaah perempuan terlindungi di tengah-tengahnya," ujar Tasrifin kepada Antara di Makkah al-Mukarramah, Arab Saudi, pada Jumat (1/5/2026) waktu setempat.

Ia memastikan, seluruh anggota rombongannya dalam kondisi bugar dan siap melaksanakan umrah secara maksimal.

Sebelumnya, jamaah telah diberikan waktu istirahat yang cukup setibanya di hotel. Mereka juga merampungkan bimbingan manasik haji sebanyak tiga kali saat masih berada di Tanah Air.

Semangat untuk menjalankan ibadah turut ditunjukkan oleh anggota jamaah dari kalangan lanjut usia (lansia). Di antaranya adalah Khusaeri Badrun, seorang lansia usia 84 tahun asal Tegal, Jawa Tengah.

Pensiunan petani tersebut mengaku bersyukur. Ia juga bahagia karena akan melihat Ka'bah untuk pertama kalinya.

"Doakan lancar ya," ujar Khusaeri penuh haru saat menanti bus Shalawat nomor 6 di depan hotel di Makkah, Arab Saudi.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengingatkan seluruh anggota jamaah agar bijak dalam mengelola energi. Mereka diminta untuk tidak memaksakan diri terlalu sering ke Masjidil Haram jika kondisi badan kurang bugar.

Kesehatan fisik hendaknya menjadi prioritas utama agar mereka tetap sehat saat menghadapi puncak ibadah haji. Seperti diketahui, rangkaian ibadah wukuf, mabit, lempar jumrah, dan tawaf ifadah memerlukan stamina yang prima.

Selain imbauan kesehatan, PPIH juga kembali mengingatkan jamaah untuk tidak memberikan uang tip kepada sopir bus Shalawat. Sebab, itu merupakan fasilitas yang disediakan negara Indonesia untuk mereka.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |