Devi Nur fitriani
Gaya Hidup | 2026-07-23 23:35:27
"Menghargai Diri Sendiri Lewat Hal-Hal Sederhana."
Belakangan ini istilah *self reward* semakin sering terdengar, terutama di media sosial. Banyak orang menganggap self reward harus identik dengan membeli barang mahal atau liburan mewah. Padahal, makna sebenarnya jauh lebih sederhana, yaitu memberikan apresiasi kepada diri sendiri setelah berusaha atau mencapai suatu target.
Di tengah rutinitas yang padat, sering kali seseorang terlalu fokus mengejar hasil hingga lupa menghargai proses yang sudah dilalui. Padahal, sekecil apa pun pencapaian yang diraih tetap layak diapresiasi. Misalnya setelah menyelesaikan tugas kuliah tepat waktu, berhasil bangun lebih pagi selama seminggu, atau menyelesaikan pekerjaan yang selama ini tertunda.
Self reward tidak selalu harus mengeluarkan banyak uang. Menonton film favorit, menikmati secangkir kopi, berjalan santai di taman, membaca buku, atau tidur lebih awal juga bisa menjadi bentuk penghargaan untuk diri sendiri. Cara-cara sederhana tersebut justru membantu tubuh dan pikiran kembali segar tanpa membuat kondisi keuangan terganggu.
Meski begitu, self reward juga perlu dilakukan dengan bijak. Jangan sampai keinginan untuk memberi hadiah kepada diri sendiri berubah menjadi kebiasaan belanja berlebihan atau alasan untuk hidup konsumtif. Apresiasi terhadap diri seharusnya menjadi penyemangat agar lebih konsisten dalam mencapai tujuan, bukan menjadi pembenaran untuk menghabiskan uang.
Pada akhirnya, setiap orang berhak merasa bangga atas usaha yang telah dilakukan. Menghargai diri sendiri bukan berarti egois, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental dan keseimbangan hidup. Dengan self reward yang sederhana dan sesuai kebutuhan, semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari pun akan tetap terjaga.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

4 hours ago
8



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510193/original/003574000_1771822191-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)





