REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Teknologi tidak harus hadir dalam bentuk yang rumit untuk memberi manfaat bagi masyarakat. Di Posyandu Mayasari 3, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tim dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mencoba menerjemahkan teknologi menjadi solusi sederhana yang membantu kader dan orang tua memantau tumbuh kembang balita.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim menghadirkan inovasi timbangan balita ramah anak berbasis Internet of Things (IoT). Timbangan ini terhubung dengan dashboard digital.
Inovasi tersebut dipadukan dengan edukasi prophetic parenting agar pemantauan tumbuh kembang anak tidak hanya mengandalkan data, tetapi juga dapat diperkuat dengan pola pengasuhan di lingkungan keluarga.
Program bertajuk “Pemberdayaan Posyandu melalui Inovasi Timbangan Balita Ramah Anak Berbasis IoT dan Penyuluhan Prophetic Parenting di Posyandu Mayasari 3” ini dipimpin dosen Prodi Teknik Informatika UM Bandung Dianti Eka Aprilia. Program ini merupakan Skema Pengabdian Masyarakat Pemula dengan pendanaan dari Kemdiktisaintek.
Secara terpisah, Selasa (15/9/2026), di sela-sela uji coba timbangan IoT dan pelatihan kader posyandu, Dianti mengatakan inovasi yang dikembangkan tersebut berangkat dari kebutuhan nyata mitra. Sebelum menentukan solusi, tim melakukan focus group discussion, observasi alur pelayanan, dan analisis kebutuhan bersama kader Posyandu Mayasari 3 serta bidan desa pada 20 Juli 2026.
“Fokus utama kegiatan ini adalah membantu mewujudkan layanan posyandu yang lebih efisien, ramah anak, berbasis teknologi, sekaligus mendorong keterlibatan orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak,” ujar Dianti dalam keterangan, Rabu (16/9/2026).
Tim PKM terdiri atas Dianti Eka Aprilia dari Prodi Teknik Informatika sebagai ketua, bersama Mulki Rezka Budi Pratama dari Prodi Teknik Elektro dan Dian Kusumawati dari Prodi PIAUD. Tim juga melibatkan mahasiswa, yakni Sultan Fadhilah Hilmiqashmal dan Zahra Hariah Attin dari Prodi Teknik Informatika serta Ridwan Romadlon dari Prodi Teknik Elektro.
Salah satu inovasi yang menjadi bagian utama program adalah timbangan balita berbasis IoT dengan desain mobil-mobilan. Konsep ini tidak sekadar membuat alat terlihat menarik, tetapi dirancang agar proses penimbangan terasa lebih nyaman dan menyenangkan bagi anak.
Hal yang membuatnya berbeda, hasil penimbangan dapat dikirim secara digital ke dashboard posyandu. Dengan demikian, kader tidak perlu sepenuhnya mengandalkan pencatatan manual sehingga proses pelayanan dapat menjadi lebih praktis dan data pertumbuhan anak dapat terdokumentasi dengan lebih tertata.
Timbangan tersebut nantinya terintegrasi dengan Rasi Balita, sebuah dashboard posyandu berbasis web yang digunakan untuk mencatat, menyimpan, dan memantau data pertumbuhan balita secara digital.
Menurut Dianti, integrasi teknologi tersebut diharapkan dapat membantu kader bekerja lebih efisien sekaligus memudahkan orang tua memperoleh informasi mengenai perkembangan anak.
“Teknologi yang kami hadirkan diharapkan bukan hanya menjadi alat, tetapi benar-benar membantu kader dalam memberikan pelayanan dan membantu orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak,” katanya.

21 hours ago
14
















































