Tuna Papua Tembus Amerika: Standar Internasional Jadi Kunci Ekspor Global

17 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komitmen menjaga mutu dan membuka akses pasar global kembali ditegaskan oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Papua. Seluruh daging tuna beku yang diekspor ke Amerika Serikat dipastikan telah memenuhi standar keamanan pangan internasional setelah melalui pemeriksaan fisik ketat di Pelabuhan Laut Jayapura.

Pelaksana Tugas Kepala Karantina Papua, Krisna Dwiharniati, menjelaskan bahwa setiap komoditas yang dikirim telah dinyatakan sehat dan layak ekspor. Pada Selasa (24/2), sebanyak 17,8 ton daging tuna beku resmi dilepas menuju pasar AS. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan penanda tren yang terus menanjak.

Sepanjang 2025, Papua berhasil mengekspor 20 ton tuna dengan nilai mencapai Rp2 miliar. Sementara memasuki awal 2026 saja, nilai ekspor telah menyentuh Rp1,9 miliar, dan diproyeksikan terus meningkat hingga akhir tahun.

Kelancaran arus ekspor tersebut turut ditopang transformasi digital melalui sistem Single Submission Quarantine Customs (SSM QC), sebuah layanan satu pintu yang mengintegrasikan proses karantina dan bea cukai. Sistem ini memangkas waktu dan birokrasi, sehingga pelaku usaha dapat mengajukan permohonan ekspor dengan lebih cepat dan efisien. Bagi industri perikanan Papua, kemudahan ini menjadi fondasi penting untuk bersaing di pasar global.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengapresiasi konsistensi industri perikanan di Jayapura. Baginya, aktivitas ekspor tuna merupakan bukti nyata bahwa potensi laut Papua diakui dunia. Ia berharap semakin banyak pengusaha lokal tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi, sehingga dampaknya langsung dirasakan nelayan dan masyarakat pesisir.

Potensi itu memang bukan isapan jempol. Dinas Perikanan Kota Jayapura mencatat tiga komoditas unggulan, tuna, tongkol, dan cakalang, menjadi primadona perikanan setempat. Perairan Pantai Utara Papua yang berada di jalur migrasi ikan dari Biak–Jayapura hingga Australia menjadikan kawasan ini lumbung hasil laut yang strategis.

Sepanjang 2024, total tangkapan nelayan mencapai 45.085,08 ton, melampaui target 44.152,50 ton. Hasil tangkapan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Jayapura dan sekitarnya, tetapi juga dikirim hingga ke Wamena di Provinsi Papua Pegunungan. Setiap hari, sekitar satu ton ikan berbagai jenis diterbangkan ke wilayah pegunungan tersebut.

Untuk pasar internasional, selain Amerika Serikat, sebagian nelayan asli Papua juga telah menembus pasar Jepang dengan mengekspor bagian punggung tuna atau tuna loin. Meski data rinci volumenya masih dalam proses pendataan, geliat ekspor ini menunjukkan semakin terbukanya akses nelayan Papua ke jaringan perdagangan global.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |